Thursday, March 3, 2011

RABU, 2 MARET 2011



Hampir semua teman-teman sekelas kagum dengan Gunaryo. Kecuali saya dan Dayat. Dia dosen Sosiologi Hukum yang memperoleh gelar profesor termuda di IAIN Walisongo. Dia menceritakan kehebatannya dalam dunia pendidikan dari SD hingga menjadi guru besar. Saya tak tertarik.
Sudah ada tiga dosen bergelar profesor yang mengajar kelas. Pertama Prof. Muhibbin pengajar hadis, Prof. Ahmad Rofiq pengajar Fikh Mawaris, dan Prof. Gunaryo. Dari ketiga profesor itu hanya pak Muhibbin yang saya suka. Yang lainnya sama. Membuat suasana kelas tak hidup dan tampaknya menyebabkan mahasiswa tak nyaman.
Apa yang disampaikan Gunaryo hari ini tampak ‘demokratis’ seperti pengakuannya. Kenyataannya tidak. Dia ingin mahasiswa mencatat kuliah dengan buku catatan bukan kertas sobekan. Orang seperti saya tak suka mencatat hal-hal demikian. Saya punya hape yang dilengkapi aplikasi microsoft office. Untuk mencatat kuliah atau apapun, saya bisa menggunakan hp tanpa menulis di kertas. Saya harap dia bisa memakluminya.
Setelah kuliah saya menghabiskan waktu di kamar pondok sambil membaca novel Laksamana Ceng Ho. Dari novel itu saya mendapat kata-kata indah tentang cinta. Bahwa ragu itu bahasa akal sedangkan cinta adalah bahasa hati. Jika cinta ditimbang dengan akal, maka seringkali cinta kehilangan sejatinya sebagi perasaan. Kata-kata indah itu disampaikan novel dalam bentuk dialog antara Wuping dan Cengho. Wu ping adalah juru masak khusus untuk laksamana Ceng ho. Wu Ping jatuh cinta dengan penari dari Sunda Kelapa. Cinta itu mengajarkan pada Wuping tentang syair. Sayangnya, dia belum bisa menikahinya kecuali setelah menelesaikan misinya bersama Ceng Ho.
Saya membaca novel hingga larut malam. Menjelang tengah malam saya bermain PES di kamar. Apa yang saya lakukan ini termasuk pelanggaran pondok. Ketika tiba-tiba Mujab, muncul di depan pintu kamar, saya lantas menutupnya untuk menghindari hal-hal yang tak diiinginkan. Mujab adalah dosen falak yang sering mukim di pondok. Saya malas berurusan dengannya. Bagi saya dosen bukan dewa dan mahasiswa bukan kambing. Semuanya bukan makhluk yang selalu benar.

No comments:

Post a Comment