Saya tak ingin jadi apolog dalam semua forum. Apologis adalah bentuk kesombongan. Bagaimanapun juga saya bukanlah orang tercerdas dan paling berpengalaman. Tapi benarkah demikian. Bukankah selama ini tanpa saya sadari apologis konservatif telah ada pada diri saya. Saya kurang kurang tahu. Tadi saya terlibat diskusi panjang tentang variasi sejarah.
Mungkinkah sejarah dunia disatukan menjadi perspektif yang sama? Tidak mungkin. Menyatukan sejarah sama dengan membuat kitab suci baru. Dengan menyatukan sejarah akan menghasilkan kebenaran universal yang akan berdampak pada semua aspek kehidupan. Tak terkecuali dalam beragama. Bisa jadi semua umat manusia akan menjadi muslim karena kebenaran sejarah tentang risalah Muhammad dan penyelewengan sejarah agama selain Islam. Bisa juga sebaliknya. Kitab suci semua agama memiliki pandangan sejarah yang berbeda. Pemeluk agama mempercayai kitab sucinya paling benar dan kitab suci agama lain salah.
Kebenaran sejarah umat manusia hanya Allah yang tahu. Tapi Allah tak menggunakan otoritasnya sebagai Tuhan untuk memberi manusia satu sejarah yang benar. Berarti Allah membiarkan manusia memilih sejarah sesuai keinginan masing-masing. Terlepas dari benar atau tidaknya sejarah tersebut.
Menyatukan sejarah hanyalah utopia belaka. Sesama agama pun memiliki versi sejarah berbeda. Dan perbedaan sejarah itu mengakibatkan ideologi pengikutnya berbeda. Seperti halnya umat islam. Dari perbedaan itu, umat Islam terbagi menjadi banyak kelompok.
Selama ini kebenaran sejarah hanya berpihak pada kebenaran persepsi atau kebenaran kolektif. Belum bisa mencapai kebenaran universal. Meskipun ada juga manusia utopis yang mengharapkannya.
Monday, March 21, 2011
SENIN, 21 MARET 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment