Thursday, March 24, 2011

SELASA, 22 MARET 2011


Diskusi independensi HMI tadi sore bertema masih idealkah HMI sekarang? Tema yang pas sekali untuk menyampaikan kegelisahanku akhir-akhir ini. Bahwa aktifis HMI di lingkungan IAIN Walisongo lebih cenderung ke organisasi. Untuk pengembangan kualitas intelektual masih kurang. Terutama dalam berdiskusi. Seringkali hasil diskusi masih mentah karena tidak ada follow up-nya.
Saya beranggapan kegiatan diskusi hanya untuk menggugurkan kewajiban saja. Tak ada inovasi dan kreatifitas. Akibatnya program yang dijalankan stagnan mengikuti program kerja pengurus sebelumnya. Dalam organisasi perkaderan memang tidak mudah membuat rumusan kerja yang tidak hanya sistematis tetapi juga efektif dan efisian.
Saya khawatir kader baru akan mengalami kebosanan intelektual dan keluar dari HMI meski tidak secara prosedural. Tujuan HMI yang sudah matang dan universal belum bisa dijalankan oleh banyak anggotanya. Akhirya HMI diminati banyak anggota karena kebesaran namanya. Setelah memasukinya, dia tidak bisa berjuang dan berijtihad dengan HMI.
Forum diskusi kampus memang kurang mendapat perhatian dari mahasiswa. Selain karena mereka tidak tanggung jawab atas statusnya sebagai mahasiswa juga karena wujud diskusi yang tidak representatif.
Pengurus CDIS mengalami masalah yang lebih sulit lagi. Divisi pendidikan tak bisa membuat rumusan silabus yang berbobot, aktual dan kreatif. Dengan demikian dalam CDIS terjadi seleksi alam dimana anggota tidak stabil. Bisa jadi anggota CDIS semakin berkurang, tidak diminati banyak mahasiswa dan mati.

No comments:

Post a Comment