


Stadium General Fakultas Syariah IAIN Walisongo pada pembukaan semester genap kali ini bertema Peranan Sistem Ekonomi Islam Dalam Mengatasi Masalah Pengangguran. Pembicaranya adalah DR. ali murtadho, Mag. Seperti biasa acaranya diadakan di Auditorium 2 d kampus 3 IAIN. Saya datang terlambat ketika dekan sudah berceramah di podium. Berapa saat kemudian pak Ali Murtadho menyampaikan Idenya. Saya tidak mendengarkan. Tema yang disampaikan kali ini tak begitu menarik. Masalah ekonomi saya setuju dengan pemikiran ekonomi Gus Dur yang simpel tertulis dalam buku Islamku, Islam anda Islam kita.
Kursi yang disediakan oleh pihak panitia masih kurang. Banyak mahasiswa yang duduk lesehan di bawah. Termasuk saya. parahnya auditorium yang luas ini membuat suara pemateri tak jelas apalagi peserta yang hadir tampak sibuk ngobrol. Suara-suara tak jelas seperti dengungan tawon mengganggu peserta lainnya. Kegaduhan seperti ini kerap kali terjadi dalam setiap agenda yang diadakan di audit 2. Meskipun pembicaranya sekelas Gus Mustofa Bisri.
Sempat bingung setelah stadium general selesai. saya tak tahu harus kemana dan melakukan apa. semangat membaca masih labil.
Dari pada harus kembali ke pondok dan besok harus kembali kesini lebih baik tetap di kampus lalu tidur di PKM Syariah. Selain bisa menyendiri, bisa juga untuk menghemat biaya transportasi.
Di PKM saya tak bisa konsentrasi pada satu hal. Kadang ingin melanjutkan novel Ceng Ho, nonton tivi dan main game. Ketiga aktifitas itu saya lakukan bergantian sampai sore hari menjelang Maghrib.
Sambil menunggu maghrib tiba saya membaca Ratibul Attas sampai saya lihat tayangan azan daerah Semarang di TVRI.
Saya belum punya sabun dan belum makan sejak siang. Seusai sholat maghrib saya pergi ke warung nasi kucingnya bang Ansori di depan asrama polisi. Di sana saya beli dua bungkus nasi kucing dan minum teh hangat. Pas sekali dengan suasana mendung setelah Semarang diguyur hujan. Ketika saya bayar, ternyata bang Ansori khilaf. Uang kembalian yang diberikan pada saya lebih sepuluh ribu. Untungnya saya tahu saat akan beli sabun di dekat warung. Dan tanpa pikir panjang saya balik ke Ansori dan mengembalikan uang kelebihannya.
Sambil menunggu azan Isya saya mampir ke Korkom agar nanti bisa jamaah di musholla depan korkom.
Alhamdulillah saya bisa jamaah. Selesai Sholat Iput sang ta'mir mushola mendekati saya. "Kang, Ayo jenguk Umi, kader yang sedang sakit"
"Kemana?"
"Di Tanjung Sari"
"Ada motornya?"
"Ada"
"OK"
Ternyata niat saya untuk langsung kembali ke PKM setelah sholat batal. Saya harus ke tempat Umi. Bukan di Tanjung Sari tempatnya, dia ternyata dia opname di puskesmas Ngaliyan.
Di puskesmas, Izwan, ketum Hmi Syariah sudah menunggu disana. Mungkin dia juga tadi yang mengantarkan Umi ke pukesmas.
Kemungkinan Umi sakit setelah kecapekan raker seperti halnya Kholis, ketua panitia raker yang saya lihat juga sedang ambruk di Korkom. katanya dia sudah seperti itu sejak dari acara dari Penggaron kemarin.
Monday, February 28, 2011
SENIN, 28 FEBRUARI 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment