Thursday, March 17, 2011

SENIN, 14 MARET 2011




Wajah teman-teman sekelasku terlihat ceria saat akan memberi surprise ke rumah salah satu dosen kami. Slamet Hambali yang merayakan ulang tahun. Pada tanggal 11 Maret kemarin pak Slamet genap berumur 57 tahun.
Pak Slamet adalah salah satu dosen ahli falak yang menurut saya sangat hebat. Ketika mengajar kitab Khulasoh Wafiyah karya gurunya, KH. Umar Jailani, dia bisa hafal rumus perhitungan yang rumit tanpa melihat kitab. Seolah dia sudah hafal isi seluruh kitab.
Pak Slamet adalah figur murah tawa. Tapi anehnya wajahnya seperti terlihat lebih tua dari usianya. Padahal katanya orang yang suka bercanda akan awet muda.
Kami kesana dengan angkot. Saya memakai sarung dan baju batik lengan panjang. Saya memakai pakaian seperti itu lantaran Pak Slamet bagi saya dosen yang pantas dianggap Kiai. Perangainya yang santun membuat mahasiswa menyayangi beliau. Saya lihat hanya saya dan Adon yang memakai sarung. Malah Adon memakai kopyah putih. Dengan kostum seperti itu, teman-teman meledek saya dan Adon seperti orang sedang dikhitan. Aneh-aneh saja. Tapi itulah kami yang seru.
Ternyata memang benar-benar surprise. Pak Slamet beserta istrinya tak menyangka akan kedatangan kami. Kedatangan kami membuat sepasang mereka berdua kerepotan. Istrinya terlihat masih muda. Keseruan teman-teman membuat Slamet terharu. Saya melihat dia sampai menitikkan air mata. Bahkan yang unik adalah istri pak Slamet tak tahu kalau ulang tahun sebenarnya adalah tanggal 11 Maret. Setahunya ulang tahunnya pada tanggal 7 Agustus seperti yang tercantum pada catatan sipil.

No comments:

Post a Comment