Monday, March 21, 2011

SABTU, 19 MARET 2011

Sekulerisme lahir bersamaan dengan munculnya nation state di Eropa. Sebelumnya bangsa Eropa menerapkan teokrasi yang diselewengkan oleh elit agama.
Eropa adalah satu bangsa berkulit putih. Maka wajar bila Eropa bisa menerima konsepsi sekulerisme dengan mudah. Berbeda dengan Indonesia yang terdiri dari banyak bangsa.
Sekulerisme menarik perhatian Musthofa Kemal at Tarturk untuk menerapkannya di negaranya, Turki. Sekulerisme yang ditegakkan di Turki bukan sekulerisme murni. Turki menjadikan sekulerisme laisism di negaranya atas ide At-Tarturk. Model sekulerisme Turki sama dengan di Perancis. Sekulerisme yang menekan agama. Berbeda dengan sekulerisme di Amerika dan negara Eropa selain Perancis.
Turki dan Perancis melarang visibilitas agama di ruang umum. Seperti pelarangan jilbab di tempat umum dan larangan penggunaan simbol-simbol agama di tempat umum.
Dari gambaran di atas, saya bisa mengambil kesimpulan betapa pentingnya berpolitik dalam kehidupan bernegara. Konstitusi negara lahir dari langkah politik. Begitu pula undang-undang dan peraturan dalam negara. Secara ekstrim saya bisa mengatakan politik berpengaruh pada peraturan berak.
Negara Indonesia dipimpin oleh politikus mediometer. Politikus mediometer adalah politikus yang berhasil menduduki posisi strategis dalam lembaga-lembaga penting negara baik yudikatif, legislatif dan eksekutif bukanlah orang yang ahli di bidangnya. Namun mereka hanya berasal dari pemilik modal atau berasal dari keturunan darah biru. Para politikus mediometer itu telah mengatakan kepada khalayak umum bahwa politik itu kotor. Dengan demikian masyarakat memandang negatif politik. Padahal tidak seperti itu kenyataannya. Politik merupakan media untuk ijtihad secara struktural untuk memperbaiki negara ini.
Orang-orang yang termakan oleh perkataan politikus itu akan menjauh dari politik. Akibatnya politikus mediometer tidak mempunyai kompetitor yang mumpuni. Para ahli di bidang politik hanya berkutat pada dunia akademik tidak terjun langsung dalam politik.
Akankah kondisi semacam ini akan terus berlangsung dalam negara ini?

No comments:

Post a Comment