Saturday, February 26, 2011

JUMAT, 25 FEBRUARI 2011






Sejak pagi hingga tengah malam Korkom HMI tampak sibuk. Sekitar jam Sembilan pagi hingga menjelang sholat Jumat pengurus CDIS mengadakan rapat koordinasi. Saya selaku wakil Sekjen CDIS belum bisa banyak bicara. Pikiran belum bisa connect dengan aktiftas-aktifitas organisasi. Penyebabnya adalah liburan di rumah yang cukup lama. Sampai sekarang saya masih berusaha memantapkan hati untuk bisa konsentrasi penuh dalam organisasi yang saya ikuti.
Ketika rapat saya malah bermain game di ponsel. Apa yang dibahas di CDIS tadi tak saya dengar dengan baik. Hanya sesekali ikut nyeletuk hal-hal yang kurang penting seperti tentang rubrikasi buletin. Sempat terjadi debat tentang rubrikasi dan susunan keredaksian. Tanpa pikir panjang saya memilih menjadi editor buletin yang masih belum punya nama itu.
Karena Shofi ikut hadir, semua keluhan, kinerja dan pandangan kesekretariatan disampikan oleh Shofi. Saya cuma berpikir untuk bisa mewujudkan angan-angan besar untuk membuat buku bunga rampai hasil diskusi.
Rapat selesai saat bebarapa masjid sudah menyetel qiraah yang mengundang jamaah agar segera ke masjid untuk sholat Jumat. Saya ingin istirahat sejenak sebelum solat Jumat sambil nonton acara tivi yang membosankan. Krontroversi PSSI masih belum selesai. Malah kemelut semakin terlihat antara tivi one yang pro Nurdin dan Metro yang kontra terhadap Nurdin Halid. Saya belum tahu mana yang benar. tapi secarA pribadi saya tak suka sikap Nurdin Halid.
Setelah sholat Jumat dan berzikir sayA ke beskem untuk menyepi sambil melihat tivi hingga menjelang waktu ashar. Ketika azan Ashar berkumandang saya suDah berada di Korkom dengan kondisi ngantuk berat. Tak lama, saya tertidur hingga jam setengah lima sore. Saat bangun tidur perut lapar. Untuk mengisi perut saya ke warung Sunda supaya bisa sholat khusyu. Seusai sholat sebagian pengurus komiariat Syariah sudah di Korkom. Sore itu ada rencana chekcing akhi raker 2 yang akan diadakan besok di rumah mas Malik. Sama seperti rapat CDIS tadi, saya lebih sering diam.
Sebagian kader HMI mempersiapkan background acara. Pembuatan background mebutuhkan tenaga kreatif dan waktu yang cukup lama. Saya lihat hanya sedikit yang membuatnya sehingga selesainya sampai tengah malam.
Saya merasa senang dalam ruangan korkom yang nyaman seperti rumah. Para penghuninya juga seperti saudara sendiri.
Di sela-sela kesibukan pembutan background Adon mengajak saya ke Pujasera untuk beli makan. Di sana saya melihat ada beberapa pasangan muda mudi sedang memadu kasih dengan cara masing-masing. Dan tanpa saya sangka sebelumnya ternyata salah satu warung tempat penjual nasi yang kami beli salah adalah kader HMI angkatan 2010 yang menghuni Korkom. Saya salut dengan orang sepert itu. biaya kuliah dicari dengan bekerja menjadi penjual nasi. Saya beberapa kali melihat ada mahasiswa melakukan kerja sampingan seperti itu. Bisakah saya seperti mereka?



No comments:

Post a Comment