
Berkunjung ke rumah salah satu senior FLP di batang belum pernah saya pikirkan sebelumnya. Dua hari yang lalu Muawanah mengabariku lewat pesan singkat tentang agenda silaturrahim ini. Melihat banyaknya waktu luang yang akan saya lewati sepuluh hari ke depan, saya memutuskan untuk mengikutinya.
Banyak pengetahuan baru yang saya dapat di rumah Mbak jazimah dan Mas Irham. Terutama tentang dunia tulis-menulis. Menurut Mas Irham menulis sekarang sudah berkembang jauh contohnya seperti film yang di dalamnya tak lepas dari skenario. Menurutnya, kami harus belajar cara menulis skenario dimulai dari sekarang agar dua tahun ke depan bisa lancar dalam menulis skenario. Kami diperlihatkan contoh skenario film Ada Apa Dengan Cinta. Film garapan miles awal ahun dua ribuan. Mas Irham mengkomentari film itu dari sudut pandang pertentangan antara orang Borjuis yang diperankan oleh Cinta dan proletar diwakili oleh Rangga.
Memang film kalau diteliti lebih dalam dengan melihat dari semua sudut pandang pasti banyak pelajaran yang bisa diambil. Tapi menurut saya terkadang pengambilan kesimpulan tentang film terlalu berlebihan dan dihubung-hubungkan.
Pembelajaran melaui film memang sudah waktunya dikenalkan pada orang banyak. Zaman sekarang orang sudah bosan dengan buku. Maka alternatifnya adalah mnegemas buku melalui film.
Sepulang dari Batang, saya tiduran di kamar. Fiul sudah datang dengan membawa ponsel baru yang ada tivinya. Saya meminjamnya sebentar. Kebetulan sekali ada acar Kick Andy. Pada episode kali ini Kick Andy mewancarai guru-guru kreatif di Indonesia. Saya sangat terpukau saat mengetahui ada guru SMK bisa menciptakan alat-alat sederhana dengan fungsi luar biasa seperi helm yang bisa dibuat nge charge ponsel dengan memanfaatkan gerak baling-baling. Suatu saat nanti saya pasti akan jadi guru. Oleh karena itu saya harus bisa membuat kreatifitas baru.
Karena baterai hape yang dipaki nonton tivi cepat habis. Saya sungkan kalau memakainya terlalu lama. Sebelum acara Kick Andy selesai hapenya sudah saya kembalikan pada Fiul.
Tak lama kemudian Yusad mengutarakan keinginannya untuk ngobrol dan berdiskusi dengan saya. Dia ingin bertemu dan ngobrol denganku di korkom HMI. Sepertinya dia sedang gelisah dengan pengetahuan barunya. Oleh karena itu dia mau mendiskusikannya.
Benar dugaanku. Ternyata ada hal yang masih menjadi pertanyaan buatnya tentang salah satu ayat dalam surat al kahfi. Akhirnya kami berdua terlibat diskusi tentang maksud surat al kahfi yang memakai istilah tho’am (makanan) dan syarob (minuman) dalam mengggambarkan jenjang waktu yang dilalui ashabul kahfi saat mereka tertidur dalam gua. Yusad tak setuju dengan penggunaan kedua istilah tersebut. Katanya lebih cocok dengan penggunaan libas (pakaian) yang lebih cocok jika digunakan untuk mendiskripsikan waktu yang dilalui Ashabul Kahfi.
Di dalam surat al kahfi juga disampaikan tentang beberapa pendapat tentang jumlah ashabul kahfi. Ada beberapa pendapat mengenai jumlahnya dan di akhir surat ditutup dengan penegasan bahwa Allah a’lam. Menurut Yusad, kata a’lamu menunjukkan bahwa Allah lah yang paling tahu dan manusia tak mampu mengetahui kebenaran jumlah ashabul kahfi. saya kurang setuju dengan pendapatnya. Bagi saya, kisah-kisah yang diceritakan dalam alquran hanya kisah singkat. Yang terpenting bagi umat islam adalah agar manusia bisa mengambil hikmah dalam al quran. Masalah kata a‘lamu, meskipun tak diikuti dengan lafadz min, bukan berarti manusia tak akan tahu keberana jumlah ashabul kahfi.
Menurut saya kata a’lamu masih mengandung unsur adanya potensi manusia untuk mengetahui kebenaran faktual kisah ashabul kahfi. Jika memang manusia tak akan mampu mengetahui kebenarannya sama sekali biasanya bahasa alquran menggunakan fungsi istisna’ seperti wal ashri innal insana la fi khusrin illa alladzina amanu wa ‘amilu sho lihati watawa shoubil haqqi watawa shoubis shobry. (demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran). Wallahu a’lam.
Monday, February 21, 2011
MINGGU, 20 FEBRUARI 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment