
Perjalanan ke Semarang dengan transport kesukaanku. Kereta api. Saya masih sering dihantui kematian. Entah kematian itu terjadi pada diri sendiri atau terjadi pada orang-orang terdekatku. Rasanya, perasaan ini disebabkan oleh maksiat yang sering saya lakukan sehingga berdampak pada hati. Astaghfirullah.
Beberapa mahasiswa falak yang saya tanyai semuanya berada di rumah. Mereka belum kembali ke Semarang. Padahal setahuku hari ini harus ada di Semarang.
Waktu saya berangkat dari rumah, Bapak masih sibuk di luar dengan bisnis padinya. Sekilas saya melihat bapak sukses dalam bisnisnya. Buktinya sekarang bapak sudah bisa beli Mega Pro. Jadi ada dua sepeda motor di rumah. Dua-duanya sepeda motoruntuk lelaki. Memang baik bapak maupun Zainul, keduanya pantas sekali memakai Mega Pro. Postur tubuhnya yang tinggi dan kekar pas dengan modifikasi Megapro. Beda dengan saya yang bertubuh kecil.
Terkait sepeda motor saya teringat obrolan bapak-bapak jamaah masjid kampungku saat mereka terjebak hujan di masjid dan terpaksa tetap di msjid sampai waktu isya. Saat duduk di serambi masjid dengan mereka, saya mendengar mereka membicarakan bahaya berkendara yang lebih banyak disebabkan oleh sepeda motor.
Saturday, February 19, 2011
KAMIS, 17 FEBRUARI 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment