Monday, February 1, 2016

MALANG, 1 FEBRUARI 2016

Dan pada akhirnya sekat itu dibuat semakin tinggi atas nama manhaj yang berbeda, atas nama mazhab yang berbeda dan atas nama imam yang berbeda. Seolah yang disembah adalah Tuhan yang berbeda, yang jadi panutan adalah nabi yang tak sama dan yang jadi rujukan adalah kitab yang tak ada kaitannya.

Saking sibuknya membuat sekat, yang jelas-jelas terjerumus tak ditolonginya, yang berada di luar enggan meliriknya. Apalagi si miskin, ia nyaris tak terbahas dalam majlis-majlis yang berserakan di mana-mana.

Duhai, Inilah rumah kami. Ada banyak kamar yang berwarna-warni. Para penghuninya saling mencurigai, dipenuhi caci maki dan rasa benci. Kalau kalian enggan masuk rumah kami, salahkanlah kami dan tertawakanlah kami yang memang jahili. Namun jangan sekali-kali menghina panutan kami atau menyela kitab kami.

No comments:

Post a Comment