Jum'at, 5 Februari 2016
Saya punya teman Ahmadiyah, anaknya baik dan bersahabat. Saya juga baca tafsir Quran yang ditulis ulama Ahmadiyah, namanya Maulana Muhammad Ali. Satu satunya kitab tafsir berbahasa Inggris yang pernah kubaca walaupun tak khatam. Saya juga ada buku gerakan Ahmadiyah di Indonesia dan novel yang mengkisahkan kehidupan orang Ahmadiyah. Saya juga ada satu tokoh Ahmadiyah yang aaya kagumi karena kesuksesannya dalam dunia akademik dan politik. Di rumah saya ada buku biografinya. Dia mengaku pernah hampir agnostik namun 'diselamatkan' oleh buku Ahmadiyah. Namanya Pak Djohan Effendi, teman baik Ahmad Wahib. Kalau tak mengkaji Islam ala Ahmadiyah, barangkali dia jadi murtad. Saya tak tahu apakah Ahmadiyah Lahore atau Qadiyan yang dia ikuti.
Kesimpulannya, dari banyak ajaran Ahmadiyah yang paling tidak saya setujui adalah konsep kenabian Mirza Ghulam ala Ahmadiyah Qadiyan. Dalam hal ini, Ahmadiyah Lahore memiliki pemamahan berbeda mengenai kenabian Mirza Ghulam. Dalam pandangan Lahore, Mirza Ghulam sebatas wali Allah bukan nabi.
Sebagaimana saya tak setuju dengan konsep tersebut, saya juga tak setuju kalau mereka diusir, dicaci-maki, masjidnya disegel dan apalah-apalah. Saya bayangkan kalau itu terjadi pada diriku/keluargaku/temanku. Betapa menderitanya diusir. Biasanya kalau sudah diusir, hartanya akan dijarah oleh pengusir yang merasa dirinya lebih benar sebagaimana yang terjadi pada Gafatar dimana hasil panennya diambil si pengusir.
Apapun, di banyak tempat di dunia, Ahmadiyah diusir, dibenci bahkan mendapat tekanan fisik. Namun, mereka tak melawan, mereka sabar dan tetap teguh dg 'keimanan'nya. Umat lain belum tentu bisa sesabar Ahmadiyah. Kita lihat betapa seringnya bentrok satpol pp dengan pedagang kaki lima namun Ahmadiyah dalam hal pengusiran selalu nriman.
Di sisi lain ada banyak prestasi Ahmadiyah. Salah satunya adalah telah menerjemahkan Alquran ke dalam 120 an bahasa dunia. Sekarang mungkin sudah lebih dari itu. Belum ada organisasi Islam yang telah melampaui capaian Ahmadiyah dalam menterjemahkan Quran.
No comments:
Post a Comment