Tuesday, February 16, 2016

SELASA, 16 FEBRUARI 2016


Sejak kemarin aku tinggal di kos-kosan dekat kampus. Jaraknya sekitar lima ratus meter. Nama kos ini dikenal dengan camp Gusdurian. Barangkali karena tempat komunitas Gusdurian Tulungagung tinggal dan berdiskusi. Namun aku belum pernah mendapai mereka diskusi. Hanya ada banyak buku-buku kiri yang sangat-sangat menggairahkan untuk dibaca sampai aku bingung mau membaca yang mana dulu. Akhirnya aku memutuskan untuk membaca dari yang paling kiri. Judul bukunya Palu Arit Di Ladang Tebu tentang pembantaian missal yang terjadi di Jombang dan Kediri pada tahun 1965-1966.

Menjadi anak kos sebenarnya sudah pernah kurasakan saat di Semarang. Bedanya dulu saya mendapat beasiswa sehingga tak terpikir cara mencari uang. Sekarang saya harus bisa survive, mencari uang sendiri untuk hidup sehari-hari dan membayar SPP. Untuk biaya kos, Alhamdulillah pemilik rumah membebaskanku dari biaya alias gratis.

Jarak yang cukup jauh dari kampus mengharuskanku memiliki kendaraan sendiri. Setelah kemarin masuk rumah si Mbah dan Bu Sholikhah, aku melihat ada sepeda yang mungkin bisa kumanfaatkan. Setelah aku izin memakai, beliau mempersilakan dengan senang hati. Si Mbah yang hidup sebatang kara juga memberiku makan. Kasihan si Mbah. Anak-anaknya sudah berada di luar kota. Sehingga tak ada yang menemani kecuali kami anak-anak kos.

Aku mendapatkan kos ini karena Bu Sholikhah adalah wali santri pondok MBS Blitar. Putrinya adalah muridku di kelas jurnalistik. Aku dan beliau berkenalan di FB. Beberapa minggu lalu beliau menawariku untuk tinggal di kos ini. Namun aku belum butuh. Sampai akhirnya seminggu lalu aku terpikir bahwa aku harus konsentrasi dalam menyelesaikan tesis seperti dulu waktu aku menyelesaikan skripsi. Setelah kupikir matang dan kudiskusikan dengan bapak, beliau setuju.

Dengan terpaksa aku harus mengatur majalah dari jarah jauh. Dan aku sudah sengaja melakukannya. Aku ingin menjadi dosen di sini kelak. Di IAIN Tulungagung. Untuk sementara ini, sambil menyelesaikan tesis, aku ingin mencari kerja. Apapun yang bisa dikerjakan dan membuatku bisa bertahan hidup di sini. Tadi pembantu dekan sudah memberiku kabar tentang seleksi dosen baru fakultas Syariah. Dekan fakultas Syariah adalah pembimbing tesisku. Semoga di bawah bimbingannya aku bisa memiliki kedekatan emosional. Ke depannya aku bisa mengikuti seleksi dosen di fakultas Syariah.

Dengan tinggal di kos-kosan, aku bisa tidak sering-sering pulang. Aku juga bisa belajar hidup dengan aturan yang kubuat sendiri tanpa banyak ikatan. Dulu terikat beasiswa, sekarang tidak. Apapun yang kulakukan adalah untuk diriku dan kebaikanku. Di luar itu aku juga perlu untuk segera mencari jodoh. Aku harus sedikit mengalahkan egoku. Dan targetku sampai sekarang tetap. Dek Rahma. Dek Rahma yang mengangguk ketika kutanya apakah dia mau kunikahi. Tapi dia sepertinya menghilang. Mungkin dia suka tapi dia mau fokus dulu pada kuliah sehingga memilih jauh dariku dulu. Solusinya, aku harus ke rumahnya.

No comments:

Post a Comment