Sudah tiga hari saya berada di rumah kakakku di Kalen. Mungkin besok saya pulang karena sudah tak enak sama orang tua di rumah. Saya lebih suka di sini. Bisa melakukan apa pun bahkan saya bisa internet gratis.
Namun demikian, ada beberapa hal yang buat saya tidak nyaman di sini. Dua keponakan yang rewel dan saya merasa kurang membaca buku di rumah ini. Saya lebih suka nonton tivi dan enternetan sambil download film. Ada beberapa film Indonesia yang sukses saya download. Satu Jam Saja, Ada Cinta di Hati, Sepuluh, Darah Garuda dan Pencarian terakhir. Diantara semua film itu, Pencarian Terakhir yang sangat mengesankan. Sudah lama saya penasaran dengan film ini. Kisahnya tentang beberapa pendaki gunung yang hilang kemudian dicari oleh beberapa pendaki yang lebih berpengalaman. Akting Lukman Sardi sebagai Tito sangat luar biasa. Dia sebagai pahlawan di sana.
Pencarian Terakhir sukses menakuti saya. Terutama rasa takut saya untuk mendaki gunung. Gunung Sarangan dengan panorama gaibnya telah membunuh beberapa pendaki gunung. Tito (Lukman Sardi) hampir saja terbunuh di sana. Namun dengan kehendak skenario, akhirnya dia selamat.
Seandainya saya tinggal di rumah ini lebih lama lagi, saya percaya sikap saya akan sedikit berubah. Menjadi pendiam dan tak tahu dunia luar. Masalahnya adalah tak ada yang saya ajak bicara di sini. Kakak saya lebih sering kerja di luar. Keponakan saya masih kecil-kecil kalau pagi sekolah kadang juga bermain sendiri.
Seringkali kalau saya berada di depan Laptop selalu diganggu oleh salah satu keponakan, terutama Nafa. Kadang saya jengkel juga.
Hape saya beberapa kali menerima sms dan saya tak bisa membalas karena pulsa habis. Kemarin ada pemberitahuan ada tasyakuran di Korkom HMI. Tasyakuran senior-senior yang sudah diwisuda. Ada pula sms-sms dari nomor baru yang menanyakan kabar. Saya juga tak menjawabnya. Mungkin itu lebih baik.
Hari Sabtu kemarin, teman-teman GREZIE mengadakan reuni di pondok. Saya tak bisa hadir. Waktu itu hujan dan posisi saya masih di rumah kakak. Mungkin teman-teman kesal dengan saya. Tapi biarlah, mereka pantas kesal. Saya sudah minta maaf dan tanggapannya kurang mengenakkan hati.
GREZIE akan menjadi salah satu komunitas santri yang memiliki manfaat yang besar. Saya akan berusaha menjadikannya sebagai sebuah kendaraan untuk memajukan konsep pesantren Mambaus Sholihin. Saya harap rancangan saya terkait konsep belajar mengajar di Mambaus Sholihin bisa diterima oleh orang banyak.
Monday, January 24, 2011
SENIN, 24 JANUARI 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment