Dalam jumpa pers setelah dialog tokoh lintas agama dan pemerintah tadi malam, Din Syamsuddin mengungkapkan apa saja yang telah terjadi dalam dialog tersebut. Dia menyampaikan panjang lebar di TV One tentang pertemuan tadi malam.
Ada beberapa hal yang disampaikannya. Pertama tentang adanya ‘kecurangan’. Ketika tokoh agama menyampaikan argumennya pada pemerintah, pers tidak boleh meliput namun ketika SBY bicara pers diijinkan untuk meliput langsung.
Din menyampaikan apa yang telah dicanangkan oleh para founding fathers terkait masalah ekonomi kerakyatan atau sistem ekonomi demokrasi yang kini berubah menjadi ekonomi noliberal. Kedua tentang terjadinya ketidakdaulatan dalam hal ekonomi. para tokoh agama ingin kedaulatan itu terwujud.
Tokoh lintas agama ingin presiden bersungguh-sungguh dalam menangani kasus kenegaraan yang telah menumpuk agar ada kesinambungan antara apa yang disampaikan dengan realita. Din juga mengeluhkan peserta yang sangat banyak padahal yang direncanakn hanya dua belas orang, namun semalam sampai ratusan orang.
Dialog semalam belum mengena subtansinya, namun cukup positif. Para tokoh agama menunggu tindakan pemerintah terkait kasus-kasus yang belum terselesaikan seperti kasus Gayus. Din tadi malam mengusulkan agar para tokoh agama agar tetap kritis tidak hanya memuji karena itu lebih baik sebagai bentuk gerakan moral.
Sudi Silalahi tak suka dengan kata 'kebohongan' yang muncul dari para tokoh lintas agama. Sebenarnya mereka hanya merasa tak ada kesinambungan antara yang diucapkan dengan apa yang terjadi. das sollen dan das sein.
Besok saya pulang ke Lamongan. Saya lebih suka di sini dari pada di rumah. namun kondisi finansial yang tak mendukung memaksa saya untuk pulang. sebenarya saya sudah ingin pulang tadi pagi. Tapi cucian belum kering dan masih belum mantap. Untuk esok hari insya Allah mantap. Entah apa yang akan saya lakukan di rumah. Hanya tidur-tidur saja atau sering jalan ke luar. Tak ada agenda yang pasti. Di sini saya bisa melakukan apapun sesuka hati tanpa ada yang protes. Jika nanti di rumah saya seperti itu, pasti dapat teguran dari orang tua. Oh malangya nasib ini.
Friday, January 21, 2011
SELASA, 18 JANUARI 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment