Seminar nasional stop KDRT dan Training kemahasiswaan membantu melupakanku tentang kegelisahanku atas wanita itu. Dalam hal ini, kedua agenda itu bagus. Namun dalam masalah kekritisan terhadap kondisi pemerintahan sedikit berkurang. Beberapa kali membaca surat kabar dan melihat tv, kurasakan tak ada minat lagi untuk ngerasani pemerintah sekalipun kumasih gemar bergelut dengan bacaan-bacaan politik, sosial, islam dan sebagainya.
Itulah dialektika hidup. Berkali-kali kuharus mengulanginya lagi. Suatu ketika aku senang dengan kajian, bacaan dan di saat lain aku mulai bosan. Seperti yang kurasakan hari ini.
Tadi aku juga sempat diskusi dengan Kholis tentang ideologi islam dan islam dan HMI. Meski hanya sebentar, aku sedikit mendapat dukungan untuk membentuk jaringan islam atheis. Memang konyol dan bodoh sekali. Tapi inilah bentuk luapan ketidakpuasanku atas perilaku manusia-manusia yang merasa beragama tapi tak paham posisi Tuhannya dan orang-orang di sekitarnya. Lebih baik kita cukup berislam saja tanpa harus beragama islam agar fanatisme golongan tidak terlalu tajam seperti ini. Umat islam di Indonesia belum siap dengan islam. Mereka masih tunduk atas nama budaya dari pada dengan islam apalagi Tuhan.
Hari ini aku mendapat beberapa ide judul cerpen. Semoga dekat-dekat ini aku bisa menyelesaikan cerpen-cerpen itu. Rencananya akan kubukukan dalam novel. Semoga bisa
Wednesday, May 11, 2011
SELASA, 3 MEI 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment