Dan akupun hanya mampu menuliskan perasaan-perasaan gundah. Pertarungan wacana, tentang idealisme, tentang komitmen, tentang Islam bahkan tentang Tuhanpun rasanya hanya sedikit sekali merasuki logika. Lainnya adalah perasaan yang seolah-olah menjadi berhala baru dalam hidupku.
Tadi kubisa bersatu dengan lautan. Dalam kemunafikan kuberanikan untuk mengeluh pada Tuhan, tentang wanita yang kuberhalakan, kusampaikan semuanya. Bahwa ku tak mampu melawannya kecuali dengan bantuan Allah dan keinginan kuat untuk membakar berhala itu.
No comments:
Post a Comment