Diskusi panjang dengan mantan aktifis GMNI Lamongan membuka wacana baru tentang pemikiran soekarno dan marhaenismenya. Apa yang disampaikannya merangsangku untuk membaca lagi tentang marhaenisme.
Begitu fanatiknya dia dengan Soekarno, menyebabkannya bisa berapologi tentang tingkah laku soekarno yang tak terpuji. Panjang lebar dia menjelaskan tentang marhaenisme dan arah geraknya. Sayang sekali dia hanya membaca tentang presiden pertama itu dari satu sudut pandang saja sehingga dia hanya mengagung-agungkan Soekarno. Dia juga sempat berbicara tentang negara Indonesia. Menurutnya, marhaenisme cocok diamalkan di negara Indonesia yang cenderung memiliki prinsip gotong royong. Ideologi komunis yang mengandalkan prinsip sama rata, sama rasa, baginya bukan hal yang baik karena tidak menghormati eksistensi manusia yang berbeda-beda. Lalu demokrasi yang cenderung kapitalis juga banyak kekurangan.
Di tengah kondisi negara yang cheos seperti sekarang, dia berkontemplasi bahwa pemikiran marhaen sebaiknya diterapkan di Indonesia.
Wednesday, May 11, 2011
SABTU, 7 MEI 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
membaca sosok sukarno sangat menarik jika dilihat dari kebijakannya yang termanifestasikan dalam UUPA. usahanya mewujudkan reforma agraria untuk menuju kedaulatan tanah bagi rakyat khususnya petani. namun sayangnya cita2 itu dirusak oleh suharto dengan revolusi hijaunya dan diperparah lagi dengan proyek sertifikasi tanahnya SBY. memahami permasalahan kerakyatan.hmm. aku pikir merupakan satu tindakan alami bagi setiap pihak yang mengetahui bahwa bangsanya tertindas...
ReplyDeleteok mas silah..........saya sangat setuju dengan anda...pemikiran soekarno mamang hebat
ReplyDeletetapi tingkah lakunya iku lho..hahaha
kat temanku yang gmni itu (ngac*ngan)haha