Monday, May 16, 2011

RABU, 12 MEI 2011

Untuk kesekian kalinya aku merasa tak puas dengan sistem perkuliahan. Mahasiswa yang presentasi tidak bisa menjelaskan dengan baik apa yang disampaikannya. Antara pemakalah satu dengan yang lain tidak sepaham bahkan terkesan kontradiktif. Persoalan politik di Jawa dibahas mengambang hanya pada klausul-klausul yang tak bisa menghasilkan tesis baru. Penyebabnya mereka kurang paham apa itu politik. Mereka memahami politik hanya berdasarkan pengertian-pengertian tokoh dan tak bisa mengartikan secara mendasar dari akar kata politik. Jadinya setelah masuk dalam kajian praksis mereka hanya mengarang, saat ditanya contoh mereka mencontohkan sesuatu yang abstrak. Memang tak bisa dipungkiri dalam pembuatan makalah para mahasiswa, termasuk aku, tidak mampu menganalisis secara tepat sebab kami mengerjakannnya hanya untuk menggugurkan kewajiban. Berbeda dengan makalah yang didasarkan penelitian. Kebenaran datanya bisa dipertanggungjawabkan.
Parahnya saat forum tanya jawab dan diskusi, peserta cuma memiliki waktu beberapa menit saja. Saat aku ingin menyampaikan keberatanku tentang penjelaskan presentator terkait politik yang dibicarakannya, malah waktu sudah habis. Padahal aku ingin menjelaskannya sesuai dengan pengetahuan politik yang pernah kudapatkan saat sekolah politik. Dengan harapan pandangan mereka tentang politik tidak rancu lagi. Ingin rasanya tadi aku ke depan, menjelaskan dengan gambaran dan pemetaan politik. Dari masa Yunani kuno, pendapat Robert A Dahl, teori politik modern, ideologi politik dan penjelasan lainnya. Namun aku yakin, apa yang akan kusampaikan akan dibantah oleh mahasiswa lain sebab pengetahuan yang kita dapat berbeda.

No comments:

Post a Comment