Semua yang bisa dinilai atau didenifisikan adalah relatif. Bahkan penilaian terhadap Tuhan pun relatif. Bagi islam, Tuhan adalah Allah, Kristen punya konsep trinitas terhadap Tuhannya, Hindu dan Budha yakin pada kekuasaan mutlak dewa-dewa dan lain sebagainya. Semua agama mengajarkan kebaikan, namun penganutnya yang kurang menyadarinya. Bisa dikatakan bahwa penganut agama banyak yang menuhankan kepuasan batin. Kepuasan-kepuasan yang dicapai kadang muncul dari harta, cinta dan lain sebagainya. Dan bagiku, ibadah juga merupakan salah satu jalan yang dicapai manusia untuk mewujudkan kepuasan tersebut.
Sebenarnya manusia menyembah Tuhan untuk kepuasan atau atas nama kesadaran? Kalau kesadaran atas posisinya sebagai makhluk, sulit sekali dilaksanakan karena manusia banyak yang tak sadar. Banyak penganut agama yang beribadah hanya karena mencari kepuasan. Sehingga kepuasan yang di-Tuhankan, bukan Tuhan itu sendiri. Umat Islam misalnya sudah merasa puas karena sudah melaksanakan sholat, zikir, baca alquran. Dengan ibadah-ibadah yang dilaksanakan dia bisa lepas dari kewajiban. Kewajiban, oleh mayoritas umat islam diartikan sebagai sesuatu yang berpahala jika dilakukan dan jika ditinggalkan menghasilkan siksa. Buatku, pemaknaan kewajiban seperti itu agak bergeser dan tak terlalu mempengaruhi pribadiku. Sehingga terkadang aku tak takut meninggalkan kewajiban.
Semua yang ada di dunia ini tak ada yang pasti. Semuanya tergantung pada siapa yang menilai dan dari sudut pandang apa dia menilai. Semua bisa dikatakan benar dan bisa disalahkan. Biarkan manusia berjalan di atas rel masing-masing dan jangan berjalan berlawanan arah atau mengambil jalan orang lain. Silahkan bergandengan tangan untuk mencapai tujuan yang sama.
Masalah kepercayaan tak bisa dipaksakan. Semua punya penilaian. Terlebih persoalan Tuhan. Aku yang terlahir dari keluarga orang islam tak ingin terjebak dalam kenyamanan dalam berislam. Bagiku ibadah sama seperti makan. Manusia terdiri dari dua bagian. Jasmani dan ruhani. Keduanya saling mengisi dan membutuhkan suplemen. Jasmani manusia membutuhkan makanan yang mengandung karbohidrat yang tinggi untuk keberlangsungan hidup jasmani. Paling tidak manusia makan karbohidrat tiga kali sehari. Bagi mayoritas penduduk Indonesia nasi merupakan wujud karbohidrat.
Rohani manusia juga sama dengan jasmani. Butuh karbohidrat untuk dimakan tiap hari. Nah, bagiku karbohidrat untuk makanan rohani adalah sholat. Rohani manusia akan sakit tanpa sholat. Penyakit yang timbul karena kurang makanan rohani cenderung pada sakit hati yang ujungnya akan menyebabkan buruknya moral manusia.
Sunday, December 26, 2010
Rabu, 22 DESEMBER 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment