TULISAN INI PERNAH MEMENANGI KOMPETISI PENULISAN ARTIKEL YANG DIADAKAN HMI KOMISARIAT TARBIYAH WALISONGO TAHUN 2010
Membangun Moralitas Dan Membangkitkan Nasionalisme Mahasiswa
Mahasiswa memiliki posisi penting di masyarakat. Dengan potensi dan kelebihannya mereka mampu melakukan tindakan-tindakan yang bisa menjadi pertimbangan masyarakat dan pemerintah. Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, gerakan mahasiswa seringkali menjadi cikal bakal perjuangan nasional. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran mahasiswa bagi perubahan bangsa.
Sebagai kader bangsa yang kritis ditambah dengan potensi yang dimiliki, sudah sepatutnya mahasiswa tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi tanpa memberikan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. Tugas mahasiswa tidak hanya mengikuti kuliah di kampus dengan rutinitas yang terjadwal, namun mahasiswa juga memiliki peran penting untuk memikirkan nasib bangsa dan negara.
Berawal dari tanggal 20 Mei 1908, para pemuda, pelajar dan mahasiswa mendirikan organisasi bernama Boedi Oetomo sebagai wadah perjuangan dan merupakan refleksi sikap kritis dan keresahan intelektual. Tujuan dari organisasi tersebut adalah untuk kemajuan yang selaras untuk bangsa dan negara, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan dan dagang, teknik dan industri, serta kebudayaan. Pada tahun-tahun berikutnya para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Belanda, mendirikan Indische Vereeninging yang kemudian berubah nama menjadi Indonesische Vereeninging tahun 1922, disesuaikan dengan perkembangan dari pusat kegiatan diskusi menjadi wadah yang berorientasi politik dengan jelas. Dan terakhir untuk lebih mempertegas identitas nasionalisme yang diperjuangkan, organisasi ini kembali berganti nama baru menjadi Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) pada tahun 1925. Kehadiran kedua organisasi tersebut merupakan suatu episode sejarah yang menandai munculnya sebuah angkatan pembaharu dengan kaum terpelajar dan mahasiswa sebagai aktor terdepannya, yang pertama dalam sejarah Indonesia.
Semua organisasi dan pergerakan bersifat mengalir dengan ditandai dengan pergantian golongan tua oleh golongan muda. Begitu pula yang dialami oleh Boedi Oetomo dan PPPI, generasi penerus kedua organisasi kaum pelajar tersebut juga diteruskan oleh kaum muda penerus perjuangan para pendahulu hingga sampai berhasil merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan para penjajah.
Setelah kemerdekaan, perjuangan mahasiswa tak berhenti. Tugas mereka tak lagi untuk merebut kemerdekaan melainkan mengawal pemerintah yang terkadang kebijakannya meresahkan masyarakat. Banyak sekali aksi-aksi yang dilakukan mahasiswa setelah kemerdekaan untuk mendukung masyarakat agar pemerintah tidak menetapkan tindakan yang merugikan pihak lain. Bentuk aksi besar yang dilakukan mahasiwa dalam sejarah diakhiri dengan aksi pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa untuk menuntut reformasi. Tindakan tersebut akhirnya memaksa Presiden Soeharto turun dari jabatannya sebagai Presiden pada tahun 1998.
Setelah tahun 1998 aksi mahasiswa tak begitu besar gaungya. Aksi-aksi yang dilakukan mahasiswa malah hanya menambah masalah dan jarang menimbulkan perubahan yang berarti. Ada beberapa alasan yang menyebabkan kemunduran tersebut. Diantaranya adalah lunturnya jiwa nasionalisme mahasiswa. Apalagi dengan timbulnya pandangan bahwa perjuangan mahasiswa di era postmodernisme ini adalah dengan belajar sungguh-sungguh karena bangsa ini membutuhkan kader-kader berpendidikan untuk mengubah kondisi bangsa. Anggapan tersebut kini telah menjamur di kalangan mahasiswa. Dampaknya jarang mahasiswa yang mau berpikir kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah dan permasalahan yang terjadi di masyarakat.
Mengenai posisi mahasiswa saat ini, bisa dikatakan bahwa kemampuan berpikir kritis mahasiswa terhadap pemerintahan agak lemah. Dengan rutinitas akademik di kampus yang sedemikian rupa, mahasiswa merasa berada di zona aman sehingga terkadang mereka tak mau lagi memikirkan kondisi masyarakat. Selain itu perjuangan-perjuangan yang dilakukan mahasiswa kini sudah kehilangan esensinya, sehingga masyarakat sudah tidak menganggapnya suatu harapan pembaruan lagi. Padahal dalam hal hubungan masyarakat ke pemerintah mahasiswa dapat berperan sebagai kontrol politik, yaitu mengawasi dan membahas segala pengambilan keputusan beserta keputusan-keputusan yang telah dihasilkan sebelumnya. Mahasiswa pun dapat berperan sebagai penyampai aspirasi rakyat, dengan melakukan interaksi sosial dengan masyarakat dilanjutkan dengan analisis masalah yang tepat maka diharapkan mahasiswa mampu menyampaikan realita yang terjadi di masyarakat beserta solusi ilmiah dan bertanggung jawab dalam menjawab berbagai masalah yang terjadi di masyarakat.
Mahasiswa dalam hal hubungan pemerintah ke masyarakat dapat berperan sebagai penyambung lidah pemerintah. Mahasiswa diharapkan mampu membantu menyosialisasikan berbagai kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Tak jarang kebijakan-kebijakan pemerintah mengandung banyak salah pengertian dari masyarakat, oleh karena itu tugas mahasiswalah yang marus “menerjemahkan” maksud dan tujuan berbagai kebijakan kontroversial tersebut agar mudah dimengerti masyarakat.
Namun demikian, akibat lunturnya kepercayaan masyarakat, mahasiswa memiliki pekerjaan rumah baru yang terlebih dulu harus diselesaikan untuk mengembalikan kepercayaan itu. Di antaranya adalah dengan pembenahan diri. Masyarakat cenderung memandang seseorang dari sisi moralitas. Oleh karena itu, adalah menjadi hal yang penting bagi mahasiswa untuk memperbaiki moral. Jika moralitas personal sudah diakui kebaikannya pasti mahasiswa akan mendapatkan lagi kepercayaan itu. Jika sebaliknya, kemungkinan besar mahasiswa malah akan menjadi musuh masyarakat.
Selain itu juga rasa nasionalisme mahasiswa harus kembali ditumbuhkan. Dalam sejarah terbukti bahwa nasionalisme mahasiswa lah yang menjadikan bangsa Indonesia berhasil merebut kemerdekaan. Karena nasionalisme pula bangsa ini berhasil merealisasikan reformasi. Berkurangnya nasionalisme mahasiswa menyebabkan lambatnya proses perubahan bangsa ini. Mahasiswa seharusnya sadar akan pentignya rasa cinta tanah air dan rasa memiliki Indonesia sehingga mahasiswa-mahasiswa tidak lepas tangan begitu saja terhadap kondisi bangsa ini. Mereka tidak boleh membiarkan bangsa ini melakukan perubahan ke arah yang salah. Merekalah yang mempunyai tugas untuk mewujudkan perubahan-perubahan positif.
Sunday, December 5, 2010
CATATAN TAHUN 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
jooos
ReplyDelete