Thursday, April 21, 2011

SENIN, 18 APRIL 2011

Bisa melakukan puasa sunnah sangat memuaskan untuk kondisi jiwa sekalipun kegiatan organisasi padat.
Kemungkinan disebabkan oleh nikmat dalam beraktifitas sampai larut malam tak kurasakan rasa kantuk sedikitpun sekalipun seharian belum tidur.
Seusai kuliah, kupotong rambutku yang sudah tak nyaman dilihat dan di kepala. Lalu saya istirahat sejenak sebelum menemui Juki di PKM. Dengan kondisi masih puasa, di tengah hari ku harus jalan kaki naik turun kampus tiga. Semua kulakukan demi lancarnya kegiatan yang sudah direncanakan kemarin. Ada dua kegiatan, pertama pagelaran seni pada hari Kartini dan diskusi akbar memperingati milad CDIS. Kedua kegiatan itu dilaksanakan pada hari yang sama. Saya optimis bisa sukses keduanya.
Sore hari saya ke korkom menghadiri diskusi panel empat komisariat. Tak ada sebersitpun niat untuk beribacara panjang pada diskusi itu. Namun apa boleh buat, Ketum syariah mengamanatiku untuk menjadi pembicara sebagai gantinya. Otomatis tak ada persiapan khusus, apa yang akan kusampaikan pada diskusi. Untungnya tema yang diajukan adalah Perjuangan Mahasiswa Pasca Reformasi. Beberapa bulan yang lalu saya pernah mendengar orasi dari beberapa tokoh HMI tentang apa seharusnya dilakukan oleh pra kader.
Dengan pengetahuan terbatas, kusampaikan apa yang pernah kudengar dengan nada menggebu. Jujur saja, beberapa hari ini saya melihat film Adolf Hitler. Saya suka dengan gayanya dalam berpidato. Kalimat-kalimatnya mampu menyihir pendengarnya untuk mengikutinya. Dari pidato itu saya menyimpulkan bahwa pemimpin harus mempunyai kemampuan orasi yang hebat seprti Soekarno, Hitler dan Alexander The Great. Mereka adalah manusia biasa. Hanya saja kaimat-kalimat yang disusunnya dalam berorasi begitu berisi dan mampu menghipnotis para pendengarnya. Saya kagum dengan mereka. Mereka harus dicontoh.

No comments:

Post a Comment