Sudahlah, untuk masalah wanita tak usah sedalam itu. Ingat siapa dirimu dulu. Seorang pemuda desa dilahirkan sepasang suami istri yang hebat. Hanya bisa lulus SD bisa meluluskan anak-anaknya hingga perguruan tinggi. Meski mereka orang yang sederhana dalam berpikir, namun untuk pendidikan tidak main-main. Apapun dikorbankan demi anak-anaknya.
Saya sendiri bisa sampai menempuh pendidikan perguruan tinggi sebagai salah satu mahasiswa pilihan. Sekarang saya bisa memahami dua bahasa asing. Jika membandingkan kedua orang tuaku dengan keluarga lainnya, saya yakin orang tuaku adalah yang luar biasa. Tak ada yang mempedulikan pendidikan anaknya seperti bapak dan emakku meski makku lebih praktis dalam pendidikan.
Apakah pantas jika ku membagi konsentrasi studiku dengan urusan asmara. Selagi masih dalam pencarian ilmu, keruk semua tambang ilmu di manapun berada. Jangan sampai ada yang tertinggal.
Friday, April 29, 2011
MINGGU, 24 APRIL 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment