Saya masih teringat saat dua pasang mata beradu dalam iringan lirik asmara. Tak kuasa ku berlama-lama menatapnya. Sering kutundukkan hati dan kepalaku untuk menghindar dari serangan beringas nan tak jelas.
Malam yang merefleksikan suasana perayaan hari Kartini itu bukan kurencanakan sebagai prioritas kegiatan. Diskusi CDIS lebih kuutamakan. Tapi akhirnya tanggal 21 April menjadikan betapa hariku terpuaskan. Ya, benar-benar puas.
Namun sayang sekali hari ini tidak demikian. Rasanya ada beban tak berbentuk dalam perasaan dan akal. Semuanya hanya bisa kuselesaikan sendiri dengan bantuan Tuhan. Masalah pelik itu hanya bisa mengganggu pikiran, tidak sampai perbuatan. Saya berpikir bahwa istilah 'nabi' dalam sejarah muncul dan berkembang di timur tengah. Makanya, tidak ada nabi di Eropa, China, Amerika, Rusia ataupun Indonesia. Kenapa harus demikian. Padahal kemajuan peradaban manusia ada di daratan Eropa, China dan Amerika. Lalu apa sebenarnya fungsi nabi. Apakah hanya sebatas menjadi penuntun manusia untuk menghadap Tuhannya, tapi tidak mengajari bagaimana hidup bermasyarakat untuk membangun peradaban. Padahal sekarang, sikap materialistis mampu melupakan manusia akan Tuhan dan dirinya sendiri. Pasti tidak sopan jika kusebut ini sebagai kegagalan nabi. assalamu'alaika ayyuhan nabiyyu warohmatullahi wabarokatuh. Assalamu 'alaina wa 'ala 'ibadillahis sholihin.
Friday, April 29, 2011
SABTU, 23 APRIL 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment