Wednesday, April 13, 2011

MINGGU, 10 APRIL 2011

Kemurunganku untuk menulis selama dua hari telah pergi. Jiwa semangat yang sempat pergi telah memelukku lagi. Kondisi seperti ini menunjukkan telah terjadi dialektika kehidupan yang kompleks. Saya percaya dengan teori itu. Bahwa dalam hidup terdapat kejadian-kejadian yang tidak statis. Sejalan dengan perkataan Imam Ghozali. Iman bisa naik dan turun. Maka sebaiknya jangan lupa memohon pada Allah agar hati ini bisa konsisten. Ya Muqollibal Qulub, tsabbit qolby ala dinik.
Dalam suasana LK 1 HMI saya berdialog ringan dengan Harianto dan Komeng. Saat itu saya teringat ucapanku beberapa hari yang lalu. Tujuan organisasi sebaiknya dijadikan janji bukan sekedar cita-cita. Janji menuntut untuk ditepati sedang cita-cita hanyalah harapan, yang entah akan ditepati atau tidak, tergantung pemilik cita-cita. Dari ungkapan itu, saya menyimpulkan seharusnya seseorang bercita-cita yang tinggi. Kalau perlu, bercita-cita ingin menjadi nabi. Dengan begitu kita akan berusaha menjadi manusia terbaik di dunia ini. Dalam beribadah dan bermuamalah. Namun jangan jadikan hal itu sebagai janji. Saya kira tidak salah jika kita bermimpi atau bercita-cita demikian.

No comments:

Post a Comment