Liku-liku hidup bagai lembaran kain kusut. Suatu saat bisa rapi jika disetrika, diminyaki dan dimasukkan lemari. Atau bisa juga akan semakin kusut, kumuh dan berbau tak sedap.
Seorang muslim yang baik, setiap harim dalam sujudnya seraya terbata-bata mengucap doa indah pada kehadirat Gusti Allah. Kurang lebih tujuh belas kali mengatakan pasrah iyyaka na'budu wa iyya kanasta'in dan mohon kerapian hidup dengan kalimat indah penuh estetika, ihdinas shirotol mustaqim.
Terlepas apakah saat mengucapkan doa seorang mengingat gusti Allah atau tidak, Dia selalu mendengarnya. Tentunya tak akan mengingkari janji-Nya. Ud'uny astajib lakum. Begitu janji-Nya.
Positif negatif kehidupan manusia tak patut jika dinilai begitu saja lantaran tiap-tiap manusia memiliki motif yang berbeda. Yakinlah bahwa tiap langkah, nafas dan tiap detak jantung semuanya sudah mendapat restu gusti Allah. Berjuang melewati rintangan hidup harus dibumbui dengan kepasrahan penuh. Untuk bisa pasrah memang perlu untuk membakar berhala-berhala yang singgah di labirin-labirin hati. Itulah yang dinamakan jihad.
Saturday, April 16, 2011
KAMIS, 14 APRIL 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment