Sunday, September 20, 2015

SUNYI RINDU

15 September 2015

Adakah yang lebih sunyi dari rindu pada kekasih yang terlelap? Saat semua telah terpejam kecuali cicak yang merayap di langit-langit kamar.

Di luar sana, padang ilalang dihembus angin mengiringi lolongan anjing yang menunggu majikannya pulang. Ia mungkin memaki sepi atau berteriak memanggil bayangan yang diam di ujung jalan.

Esok aku ingin bangun lebih pagi, memetik bunga warna warni di tepi telaga, lalu kuikat dan kuberikan padamu hingga bibirmu tak dapat bicara.

Kau pasti terpukau oleh bunga, bukan olehku, orang yang merangkainya sejak subuh tiba, sejak embun masih membasahi kelopaknya. Mungkin lebih baik aku menitipkannya lewat adikmu saat pulang sekolah.

Dulu kau seperti adikmu, selalu pulang lewat rumahku. Terkadang mampir untuk membeli es yang dijual ibuku. Kau suka es melon,berwarna hijau seperti tasmu. Sampai kau bosan dengan warna itu dan memilih menyukai warna biru.

No comments:

Post a Comment