Ini adalah fakta. Tentang kisah-kisah yang tak pernah kupikir sebelumnya. Cerita yang kudengar seperti sebuah mimpi. Seolah aku tak percaya dengan kisah-kisah ini. Tentang dunia malam. Dunia para pemabuk, dunia pelacuran yang terjadi di Semarang. Pelakunya bukan preman-preman kurang ajar atau pria hidung belang. Pelakunya adalah teman-temanku sendiri. Teman-teman yang kukenal dekat. Aku tak percaya akan cerita-cerita itu. Menangis hatiku saat mendengarnya. Berilah petunjuk pada mereka ya Allah.
Mahasiswa-mahasiswa aktifis yang sering berdiskusi tentang islam, berdiskusi tentang korupsi, tentang negara, tentang moral bahkan mereka seringkali menjadi pelopor saat berdemonstrasi melawan kebijakan pemerintah.
Begini kisahnya. Suatu ketika ada informasi tentang pengajuan bantuan beasiswa sebesar dua juta bagi ustazd-ustazd TPQ. Beberapa temanku memang menjadi ustazd TPQ tapi sebagian lainnya hanya berpura-pura demi uang.
Semua temanku yang mengajukan beasiswa itu menerima uang. Sebagian digunakan untuk kebaikan tapi tidak sedikit digunakan foya-foya. Foya-foya dalam arti yang sebenarnya. Dan ini yang mau kutuliskan dalam ceritaku kali ini. Tentang moralitas individual yang bagi mereka bukan menjadi sesuatu yang penting. Sebab konsentrasi mereka pada moralitas sosial yang abstrak hingga moralitas individual dikesampingkan.
Mereka pergi ke salah satu tempat karaoke di Semarang. Tidak tanggung-tanggung, mereka menyewa lonte ditemani minuman keras. Diantara mereka memang tidak mau menikmati lonte. Sebagian menikmati lagu-lagu dangdut dua dari mereka sudah in the hoy dalam kamar bersama lonte.
Ada juga lonte yang digoda oleh teman-temaku seraya dieksploitasi. Saat mendengar cerita itu aku ingin bahwa obrolan kami hanya sekedar mimpi. Ya, hanya mimpi.
Tapi tidak. Yang kudengar adalah tentang realita. Orang-orang yang kuhormati sebab kapasitas dan sepak terjangnya ternyata melakukan hal sekeji itu. Orang-orang biadab yang tak ubahnya seperti hewan. Uang negara yang mereka terima digunakan hal keji. Berilah petunjuk pada mereka dan lindungi aku dari perbuatan keji itu.
Sunday, July 3, 2011
KAMIS, 30 JUNI 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment