Saturday, July 30, 2011

KAMIS, 21 JULI 2011

Kutunda kepergianku ke Surabaya. Uangku masih dibawa orang tuaku. Tak mungkin aku memaksa mengambilnya lagi sebab kebutuhan keluarga banyak. Kuharap besok kubisa mengikuti LK 2 dengan baik.
Tadi aku sempat menulis status di facebook tentang keprihatinanku terhadap anak jalanan. Jumlahnya mungkin mencapai jutaan. Mereka gelandangan di lampu merah, di tempat-tempat umum di makam-makam para wali dan pusat kota. Aku menpersoalkan kinerja komnas perlindungan anak. Nampaknya lembaga itu hanya salah satu simbol pragmatisme di Indonesia. Maksudnya mereka bekerja untuk sektor-sektor yang bisa menghasilkan uang saja. Contohnya kasus perselisihan Arumi dan ibunya. Komnas perlindungan anak paling santer melindungi Arumi. Tapi kenapa komnas itu membiarkan anak-anak jalanan terlantar. Apakah karena tak tahu atau karena tak ada dana untuk menyelamatkan anak-anak jalanan? lebih baik bubarkan saja Komnas itu daripada menghabiskan uang negara tanpa kerja.
Beberapa orang simpati atas statusku tapi masih ada juga yang berkomentar agar aku tak memikirkannya. Wajar sekali dia bilang seperti itu sebab aku tahu dia sejak kecil hidup enak. Anak orang kaya yang tak pernah sengsara. Anaknya juga bisa hidup enak. Aku tahu ada banyak orang yang bermental apatis sepertinya.

No comments:

Post a Comment