Kamis, 11 Juni 2015
Semakin muak dengan isu-isu yang saling
menyudutkan kelompok lain. Mau misuh juga tak pantas rasanya. Tapi ini sudah
berlebihan. Bisa-bisanya ustadzku yang mengajar fikih waktu di pondok juga
ikut-ikutan menjadi orang yang mudah menshare berita-berita yang tak jelas dari
mana. Ini tadi orangnya menyebarkan soal Syiah. Menolak Syiah dengan mengutip
pendapat orang yang benci Syiah.
Kalau yang menyebarkan berita itu hanya
sekelompok orang yang tak pernah mondok. Bagiku itu wajar. Tapi ini bukan. Ini seorang
ustadz, guruku yang mengajar fikih. Oh tidak. Kenapa isu politik antara Iran
lawan Saudi jadi begini? Menjadi isu perselisihan teologi. Apa-apaan ini?
Apa jadi orang beragama harus begini? Mengusik
kepercayaan orang lain, menjelekkan yang tak sesuai dengan pahamnya. Lalu apa
sebenarnya tujuannya? Sebenarnya aku ingin bilang kepada ustadzku, belajar dulu
sana! Tapi apalah saya ini. sudah biarkan saja. Cukup saya dengan pemahaman
sendiri tanpa perlu mengusik orang lain. Tapi apa gusti Allah mewajarkan
sikapku itu? Mau ikut campur tapi, ah sudahlah.
Urusan surga biar nanti Allah yang
memutuskan. Yang penting saya berusaha jadi orang baik dan berbuat baik kepada
orang lain. Berusaha bertakwa tanpa ikut campur kepercayaan orang lain. Silakan
geger dengan Wahabinya, dengan Syiahnya. Silakan merasa benar sendiri.
Saya kemarin tertarik dengan penjelasan Sumanto
al-Qurtuby tentang Sunni-Syiah di Arab. Dia tahu di sana dan lebih tahu
bagaimana kondisinya. Dalam tulisannya yang
berjudul Relasi Sunni-Syiah di Saudi yang dijadikan isu lagi di Indonesia dengan
menyudutkan kelompok Syiah. Dan kesimpulannya, orang Indonesia ruwet. Sudah ada
teknologi tak mau dijadikan sarana untuk mengklarifikasi kebenaran suatu berita.
Banyak banget ya yang nontoleran and merasa benar sendiri. Kemarin pas liat di youtube soal pandangan bacaan langgam jawa, juga miris
ReplyDeletebegitulah orang Indonesia, jika yang diusik adalah masalah agama maka akan langsung gempar. mungkin ini juga hanya alat politik sebagia pengalih dari isu2 yang laen.. Walllahua'lam...
ReplyDeleteiya
ReplyDelete