Baru saja kudengar kabar, hari Rabu aku akan dijemput ke Blitar untuk pengabdian di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin 2. Rasa senang menyelimuti hati sekalipun nanti aku tak punya uang. Yang penting aku bisa makan. Hanya saja mungkin bapak yang agak berbeda dengan cara berpikirku. Agaknya bapak ingin aku juga bisa mendapatkan uang di sana sedang aku masih ingin santai saja. Tapi jika aku ingat tentang rencanaku untuk menikah tahun depan, ada semangat baru untuk mengumpulkan dana untuk menikah dengan gadis bermata indah itu. Belum pasti apa yang akan kulakukan sebab aku tak mau terburu-buru mengambil langkah. Aku perlu melakukan investigasi, analisis sederhana terhadap kondisi santri, ustadz, kiai, tradisi pesantren dan posisiku di sana. Posisiku di sana adalah menjadi seorang ustadz yang mendidik apa yang pernah kudapatkan. Tadi sempat kutengok kondisi grup Facebook Farabi Institute. Nampaknya ada kegelisahan di sana karena kebersihan yang tak dijaga oleh penghuni baru. Masalah kebersihan sempat kukhawatirkan di sana. Kebersihan itu sederhana. Kebersihan menunjukkan kedisiplinan. Kebersihan bukti kepribadian. Dan kebersihan adalah sebagian dari Iman. Kuharap mereka lebih dewasa menghadapi masalah, sekecilpun masalah itu seperti kebersihan. Mengatasi masalah sederhana akan melatih masalah yang lebih besar. Aku juga berharap demikian padaku agar pengabdianku bermanfaat besar. Sudah tak sabar ingin ke Blitar.
No comments:
Post a Comment