Aku selalu kesal melihat generasi muda yang 'ndeso-ndeso'. Pawai motor di jalanan dengan suara knalpot yang meraung-raung memekakan telinga. Apa mereka tak tahu ini malam takbiran atau memang malah disengaja untuk mengisi takbiran. Semoga Allah memberi mereka hidayah. Andai saja malam takbiran diisi acara hal bi halal seperti yang dilakukan di pesantrenku tadi. Indah nian Islam yang diekspresikan dalam pondok. Saling bersalaman, berdoa, mendengar nasihat Kiai. Sangat berbeda dengan orang-orang di jalanan tadi. Lalu kira-kira bagaimana mengatasi masalah itu. Aku tak tahu, tradisi buruk itu sebenarnya sudah ada sejak lama atau baru-baru ini saja. Orang jahat dari dulu sampai sekarang memang ada, tapi mungkin ekspresinya yang berbeda. Aku jadi rindu pemuda-pemuda Saren, tempatku KKN dulu. Mereka tak mungkin melakukan itu sebab mereka masih taat, tahu moral, punya akhlak. Puasa selesai, tak ada rasa kehilangan ramadhan di hatiku. Semuanya biasa-biasa saja. Kusadari aku tak menjadi orang menang ramadhan kali ini. Namun kuberharap semua amal ibadahku selama ramadhan diterima Allah. Setelah ini aku bisa lebih baik. Rajin ibadah dan semakin takwa. Amin. Semakin ada rasa yang mengendap untuk Nurul. Meski bukan cinta, namun suatu ketika rasa indah itu akan muncul pada saatnya tiba. Kurasa dia juga sepertiku.
No comments:
Post a Comment