Tak terasa sudah melewati separuh Ramadhan. Kondisi spiritual masih belum stabil, naik turun namun titik cerah semakin terlihat. Ada kesadaran yang muncul secara tiba-tiba bahwa selama ini cobaan yang diberikan oleh Allah bukan berupa siksaan, masalah atau musibah melainkan berupa kenikmatan duniawi yang menjelma dalam bentuk wanita. Sudah berulang kali aku merasakan hal yang sama. Dulu sempat berhasil selama beberapa waktu. Namun akalku ditipu oleh nafsu sehingga kembali kuterjerumus dalam cobaan berupa wanita dengan segala jenisnya. Apakah aku akan mendapatkan anugerah lain jika meninggalkan semua gadis yang sedang berhubungan denganku. Aku tak tahu pasti dan juga tak berharap anugerah. Bisa lebih dekat dengan Allah saja cukup nikmat. Sudah lama aku kehilangan nikmat dalam beribadah sehingga aku terkesan ngawur dan asal-asalan. Alhamdulillah dalam Ramadhan ini ada hidayah merasuk dalam diriku. Aku kemarin ke Mambaus Sholihin. Semua berjalan lancar, bertemu pak Makin dan Gus Emi. Bukan pertemuan itu yang ingin kurekam dalam catatan ini. Aku tercengang saat bertemu temanku dalam sebuah warnet. Dia tanpa merasa dosa, menikmati rokok. Sepuluh tahun dia berada di pondok tapi dia berani melanggar perintah. Apa ini hal yang biasa, mungkin iya sebab aku juga seringkali meninggalkan kewajiban tanpa merasa dosa. Inilah yang disebut bahwa aku dan mungkin saja temanku itu berada dalam kesesatan setelah mendapatkan pengetahuan. Aku tak ingin lama-lama dalam kondisi ini. Dalam madrasah ramadhan ini kuharap akan ada perbaikan yang radikal menuju kebaikan seperti keindahan dulu, saat mata ini mudah menitikkan air mata saat meningat dosa. Allah mungkin tersenyum getir melihatku, mempertanyakan komitmen spiritualku. Aku ingin membuktikan bahwa aku bisa, aku mampu untuk lebih baik. Langkah awal mungkin interaksi dengan ponsel dan facebook harus segera dihentikan atau dikurangi sebab seringkali pikiranku lebih banyak terkuras untuk menunggu jawaban sms, menunggu komentar di facebook dan lainnya. Jika itu kutinggalkan ada banyak hal yang bisa kulakukan seperti membaca buku lebih giat lagi dan menulis lebih baik. Bantulah aku ya Allah. iyyaka nasta'in....
No comments:
Post a Comment