Kamis, 30 April 2015
Surat pindah
tugas pengabdianku telah dilayangkan ke pengasuh di Blitar. Sebentar lagi aku
akan berdomisili di Gresik. Tuhan memang telah mengatur dengan cantik proses
perpindahanku. Semua berawal dari ketidakbetahanku berada di Blitar selama
beberapa bulan terakhir.
Dulu aku sempat
merancang perpindahanku dengan menikahi seseorang. Satu-satunya alasan untu
bisa pindah adalah menikah. Selain itu tak ada lagi alasan yang elegan untuk
disampaikan kepada pengasuh. Namun demikian, tak ada perempuan yang pas untuk
segera kunikahi sehingga pada akhirnya aku harus mengurungkan dulu niatku.
Keinginan untuk
pindah semakin bertambah ketika melihat kondisi sekitarku tak lagi memberiku
semangat baru untuk belajar bersama. Yang ada aku yang menjadi frustasi sehingga
harus ada sesuatu yang benar-benar bisa memindahku.
Baru suatu ketika
saat aku ingin mengambil kartu pembayaran ke Inkafa Gresik, ada harapan yang
sama sekali tak terduga. Pada akhirnya sampai sekarang. Aku pindah dengan cara
yang cantik. Dipindahtugaskan ke Suci.
Barang-barang
sudah kukemasi. Hanya tinggal aku, beberapa potong pakaian dan sepeda motorku
yang masih di sini. Langkah berikutnya adalah berpamitan kepada para gus dan
boleh jadi kepada para santri.
Peta hidup tentu
akan berubah tanpa harus kurancang sekarang. Sampai detik ini kubiarkan
semuanya mengalir sesuai dengan isyarat semesta. Tugasku hanya bekerja keras
untuk majalah. Suatu saat nanti tak menutup kemungkinan akan ada sesuatu yang
membuatku tak betah berada di Gresik. Aku harus mengantisipasi. Untuk saat ini
memang aku masih menikmati. Tapi kelak, tak ada yang tahu.
No comments:
Post a Comment