Saturday, April 25, 2015

JALAN BARU

25 April 2015

Lalu pada siapa sebenarnya hati ini akan parkir? Mungkin memang saat ini belum saatnya. Beberapa doaku sedang bekerja sesuai dengan yang kuinginkan, mengejar gelar doktor sebelum usia tiga puluh. Konsekwensinya, aku tak bisa memilih untuk menikah dulu.

Lagi pula ada banyak sekali tugas yang harus segera saya selesaikan. Hidup dikear deadline itu menyenangkan, menantang dan memberi spirit lain untuk ingin segera mewujudkannya. Apalagi segala tuntutan ini adalah berkaitan dengan pengetahuan. Semuanya harus bersumber dari buku atau tulisan.

Sejak dari dulu mungkin hidup seperti inilah yang harus kujalani. Bedanya, jika dulu aku sedikit banyak peduli dengan persoalan politik nasional hingga membuat protes melalui tulisan, sekarang tidak lagi. Seperti tak ada gunanya melakukan kritikan di tengah begitu munafiknya beberapa orang yang mendapat jabatan.

Beberapa hari lagi, tak tahu kapan tepatnya aku akan segera pindah ke Gresik tanpa tahu apa yang aku kerjakan selain menyelesaikan majalah. Sama seperti saat aku ke sini, misinya adalah untuk membuat majalah. Dan sudah berhasil hingga empat edisi walau terjadi bopeng di sana sini.

Untuk kali ini skalanya lebih besar. Majalah yang kupimpin bertema serius dengan mayoritas anggota redaksinya mayoritas lebih tua dariku. Aku harus bisa menumbuhkan lagi mental petarungku, mental pemberani yang beberapa waktu ini kukubur diam-diam.

Posisiku akan berubah. Aku harus mengatur ulang jadwal hidup dengan segala konsekwensinya. Aku harus menjadi diri sendiri dengan lingkungan yang berbeda, dengan orang yang berbeda. Dan pastinya, dengan 'permainan' yang berbeda.

No comments:

Post a Comment