Friday, April 10, 2015

PENYEMPITAN ISLAM

11 April 2015

Orang boleh belajar dari socmed dan situs-situs di internet asalkan secara pemahaman epistemologi, orang tersebut sudah mapan sehingga bisa memilah sumber ilmu yang bisa dijadikan referensi. Lebih-lebih dalam soal agama yang takkan cukup dipahami hanya melalui sosial media.

Orang yang sedang mengalami semangat beragama tinggi seharusnya belajar langsung dari kitab atau kiai dengan mengetahui latar belakang pemikiran orang yang bersangkutan. Tanpa mengetahui, biasanya sosok tersebut akan dinabikan dan menjadikan apapun yang diucapkan sebagai sebuah kebenaran tanpa tahu tendensinya.

Seseorang perlu kritis dalam beragama terlebih kritis terhadap orang yang mengaku atau dianggap pandai dalam beragama. Banyak ustadz buatan media tanpa ilmu mumpuni tampil di ruang publik sehingga membuat ummat justru mempraktikkan Islam secara serampangan. Islam hanya akan dianggap sebagai ajaran agama yang melulu soal ritual, cara berpakaian, dan kening hitam. Cara membuang sampah pada tempatnya, menguasai matematika dan biologi hanya dianggap ilmu umum yang tak ada sangkut pautnya dengan agama.

Pemikiran yang menganggap Islam hanya seperangkat agama yang mengajarkan fikih saja secara tidak langsung hanya akan menyempitkan Islam sendiri sambil dibarengi dengan pola pikir picik bahwa orang yang berbeda dengannya adalah salah dan keliru.

No comments:

Post a Comment