Friday, November 22, 2013

TENTANG KENYATAAN

Ini tentang kenyataan yang bisa jadi buat hati sakit terkadang malah sebaliknya. Yang kutulis bukan masalah apakah ini menyakitkan atau menyenangkan. Tapi sebuah keunikan rasa yang kualami. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, zoon politicon. Hei, konsep itu sudah tak laku yang ada sekarang manusia adalah makhluk ekonomi. Semuanya diukur dari keuntungan baik untung pribadi, keluarga ataupun golongan. Semua rasanya memang begitu. Dalam diriku pun ada hal semacam itu. Keuntungan di sini bukan berarti keuntungan yang berupa materi. Boleh juga hal yang sifatnya non materi seperti rasa senang, puas dan rasa yang dibalut dalam asmara. Hei, aku berada dalam sebuah kondisi yang cukup rumit. Ah tapi aku masih belum siap menulisnya. Biar ada waktu yang tepat untuk mengungkap ini. yang terpenting posisiku sekarang sebagai makhluk ekonomi walau dalam hal ini bukan urusan uang. Setiap orang pasti pernah merasakan cemburu. Orang sepertiku sejak dulu mudah cemburu. Sampai saat ini aku belum menemukan jawaban apakah cemburu berbanding lurus dengan cinta? Aku memang suka berspekulasi tentang perasaan sejak dulu. Tak hanya itu aku juga cukup lihai menyembunyikan perasaan. Sedalam apapun lubang yang kugali untuk menyembunyikan perasaanku, kenyataannya perasaan itu ada. Tak terlihat bukan berarti tidak ada. Kenyataan itu nyata bukan maya. Dan perasaan itu tidak pernah terlihat. Memang ada orang yang mewujudkan perasaannya dengan hadiah, dengan cincin pertama, dengan bentuk-bentuk materi lainnya. Namun perasaan bukan itu. Dia bukan hal sifatnya materi. Ah sudahlah aku tak berani menuliskan ini. Terlalu riskan untuk diperjelas di sini.

No comments:

Post a Comment