Monday, February 6, 2012

RABU, 1 FEBRUARI 2012

Pelatihan Falak hari pertama berjalan mulus meski tak sempurna. Pondok pesantren As Saadah memang tidak besar namun acara tadi cukup memuaskan. Bagaimana tidak? Kiai Najib mengundang Ketua Takmir Masjid Jatirogo, Ketua MUI, ketua KUA, Tokoh agama di Jatorogo dan Santri di tiga kecamatan. Ini jelas jauh dari apa yang kubayangkan. Santri yang ikut berjubel melebihi kapasitas Aula yang disediakan.
Aku tadi menyampaikan sambutan sebagai Direktur Farabi Institute. Berat nian sebutannya. Untungnya aku bisa menyambut dengan baik. Kusampaikan semua bahwa Farabi Institute adalah forum diskusi mahasiswa penerima beasiswa kemenag RI yang ingin berbagi pengetahuan di masyarakat. Dengan modal niat dan tekad akhirnya berani menyelenggarakan agenda pelatihan di empat kota di Jawa Timur. Dengan niatan tersebut kami yakin Allah akan membantu.
Sambutan dari pondok cukup menakjubkan. Di depan ponpes tertulis spanduk besar bertuliskan "Selamat Datang Tim Farabi Institute Semarang dalam rangka Pelatihan Ilmu Falak". Ini di luar dugaan. Forum diskusi kecil sudah bisa mendapat kepercayaan dan bisa mengajak ponpes lain untuk bekerja sama.
Di tengah pelatihan seorang Kiai bertanya sesuatu yang cukup berpotensi menimbulkan perdebatan. Kiai fanatik tersebut merasa bahwa ilmu falak baru-baru ini telah berani menafikan Ijtihad ulama terdahulu. Untungnya bisa kujawab secara netral tanpa menimbulkan perdebatan. Kekurangan pasti ada karena ada yang menjawab pertanyaan yang tak sesuai dengan pertanyaan. Wajar karena yang menjawab masih mahasiswa baru.
Dito sebagai moderator dapat melaksanakan tugas dengan baik. Begitu pula Latifah pengisi materi Fikih Arah Kiblat dan Ridani pengisi materi HisabArah Kiblat menyampaikan dengan baik. Peserta mungkin pusing dengan perhitungan-perhitungan. Tapi di akhir acara, terlihat antusias peserta ditambah guyonan ringan Ridani yang menetralisir keadaan.
Di akhir acara, saat kami mengemasi barang, ternyata banyak peserta minta tanda tangan dan nomer telpon serta alamat FB. Bak artis, kawan-kawan Farabi pun memberikannya. Wajar, karena kami masih muda, tak jauh usianya dengan mereka.

No comments:

Post a Comment