Perjalanan ke rumah kutempuh dengan kereta seperti biasa. Karena hari Senin, banyak bangku kosong. Kali ini aku pulang mengajak Dito dan Ramdani. Kami akan menggelar acara pelatihan Falak di beberapa pesantren. Ini akan menjadi pengalaman yang baik untuk kami. Mudah-mudahan manfaat.
Di jalan, lagi-lagi kulihat banyak sawah terendam air, ada banyak pohon jagung yang roboh karena hujan dan tanaman-tanaman yang gagal panen. Kumelihatnya di daerah Purwodadi yang mayoritas penduduknya petani. Aku suka saat melewati Purwodadi karena ada banyak rumah-rumah Joglo. Benar-benar khas Jawa. Aku yakin pola pikir penduduknya juga masih tradisionalis.
Saat di jalan, aku Dito dan Ramdani sempat membicarakan Farabi Institute ke depan. Aku bersyukur mereka juga memiliki visi yang bagus. Dengan kontribusi serta integritas para anggota, optimismeku semakin besar untuk membawa Farabi Institute lebih baik.
Terkadang Ramdani tidur di kereta sehingga obrolan berhenti. Kalau sudah tak ada obrolan, aku membaca buku Biografi KH Wahab Chasbullah. Kenapa aku malas membaca buku itu karena selalu diulang-ulang. Tak bisa mengalir dengan lancar seperti dalam buku biografi Soekarno maupun Gus Dur karya Greg Barton.
Ada satu hal yang kugarisbawahi dalam buku itu. Penulis seringkali menyebut kedekatan Kiai Wahab dengan Bung Karno, tapi tak satu pun nama Kiai Wahab disebut oleh Bung Karno dalam biografinya. Barangkali ada alasan lain sehingga Kiai Wahab tak disebut.
Dalam perjalanan ini aku membawa banyak barang. Selain barang-barang pribadi aku juga membawa modul satu kardus. Untungnya ada Dito dan Ramdani sehingga aku keberatan membawanya.
Besok pagi, perjalanan menuju lokasi pelatihan akan dimulai. Semoga sukses.
Salam Farabi
Tuesday, February 7, 2012
SENIN, 30 JANUARI 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment