Sudah sampai di Ponpes Al Ishlah Lamongan. Kesan pertama menjemukan karena sejak awal aku ragu dengan kawanku. Dia kuserahi untuk melobi pihak pondoknya. Tapi dia tampak tidak serius. Begitulah memang susahnya bekerja sama dengan orang yang punya mind set berpikir yang berbeda jauh. Teman-temanku di Farabi menurutku adalah orang yang bervisi besar. Bisa bertanggung jawab sekaligus berpotensi. Kami telah berproses bersama meski hanya sekedar diskusi. Berbeda dengan temanku yang ini. Tak ada bedanya dengan mahasiswa-mahasiswa yang lainnya. Biar saja. Terlalu panjang jika harus membahas hal-hal semacam itu. Aku juga tak mau merasa paling top.
Pelatihan hari kedua di ponpes As sa’adah tadi semakin seru. Terjalin hubungan baik antara kami dan peserta. Kang Harir mampu menyampaikan perhitungan waktu salat dengan baik. Begitu pula para pendamping mampu memberi arahan kepada peserta. Sebagian besar peserta sudah bisa menghitung waktu salat dan menentukan arah kiblat. Pelatihan disana tergolong sukses.
Penyambutan dan perlakuan pihak pondok terhadap kami sangat baik terutama Kiai Najib. Hidangan makanan yang lezat selalu diberikan kepada kami. Jika dihitung dengan materi, hidangan makan dan perlakuan pondok As Saadah terbilang mahal. Tak ada bandingannya. Apalagi sikap egaliter yang ditampangkan oleh Kiai Najib membuat setiap orang akan segan padanya. Terbukti dengan seringnya tamu berkunjung ke rumahnya.
Pak Najib masih muda, usianya sekitar empat puluhan. Ia santri tulen lulusan Sarang. Entah berawal dari mana kini dia jadi pengusaha kaya dan memiliki sebuah pesantren. Istrinya juga cantik. teman-temanku membahas kecantikan istri pak Najib beberapa kali.
Meski posisinya sebagai pengasuh pondok. Pak Najib melarang santri memanggilnya Kiai. Siapa saja yang memanggil dengan sebutan itu akan mendapatkan denda. Bahkan seorang MC acara resmi pun akhirnya mendapat ta'zir gara-gara menyebut namanya dengan Kiai.
Pak Najib memberi kami pesan penting untuk kami. Pesan yang dikutip dari kitab-kitab tasawuf. Yakni, mahabbah, khouf dan roja’. Tiga kata ini adalah kunci keberhasilan kami dalam mendekatkan diri kepada Allah ta’ala.
Tuesday, February 7, 2012
KAMIS, 2 FEBRUARI 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment