Berpikir bebas tanpa paksaan rasanya nikmat sekali. Kumerasakannya saat seorang dosen mengintimidasiku agar sesegera mungkin menyelesaikan kerangka skripsi. Tak hanya itu, dengan seenaknya dia memintaku menjadi tangan panjangnya agar bisa disuruh-suruh. Ini benar-benar tak sesuai dengan apa yang selama ini kupelajari di HMI.
Seorang pemuda, atau manusia pada umumnya tak bisa diperintah dengan seenaknya tanpa diajak berdialog terlebih dahulu tentang apa tujuan dari perintah tersebut. Jika tidak, itu sama juga dengan pemaksaan. Bagi orang yang memiliki jiwa pemberontak, hal itu bisa menjadi boomerang bagi orang yang memerintah.
Dunia yang kuhadapi sekarang adalah dunia mahasiswa yang mau tak mau harus bisa berpikir sendiri bukan seperti anak kecil yang bisa dibohongi dengan mudah. Jiwa kritis yang dipunyai mahasiswa adalah keniscayaan. Bagi yang tak kritis, jangan merasa jadi mahasiswa. Dosen, Ustazd, Kiai dan siapapun orangnya tak berhak merasa superior terhadap orang yang diajarnya. Boleh jadi pengetahuan orang yang diajar, lebih banyak daripada yang mengajar.
Sunday, August 21, 2011
SELASA, 16 AGUSTUS 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment