Monday, August 8, 2011

RABU, 3 AGUSTUS 2011

Sudah tiga hari berada di ponpes Langitan. Karena banyak faktor, aku kurang betah disana. Hanya saja kurasakan kenikmatan saat beribadah. Jamaah, baca Quran dan berzikir dapat kunikmati hingga lupa waktu.
Namun sistem pendidikannya yang kurang cocok denganku. Budaya membaca santri yang kurang membuatku merasa tergelitik dengan kenyataan itu. Kitab yang seharusnya khatam dalam sehari harus khatam dalam waktu dua mingguan hanya karena menunggu didikte Kiai. Alasannnya untuk ngalap barokah. Aku heran, santri yang sudah lama mondok masih juga belum bisa memaknai kitab sendiri. Mereka menunggu Kiai mebaca kata perkata lalu ditulis di kitab. Wajar jika tingkat kekritisannya berkurang. Parahnya tak ada tanya jawab dalam forum. Entah santri faham atau tidak. Yang kulihat budaya konsumtif mengurangi produktifitas santri untuk menggali ilmu dalam kitab.
Ada banyak halaqoh-halaqoh pengajian setiap selesai jamaah. Santri bisa memilih mana yang diinginkan. Ada yang mengkaji kitab hingga larut malam. Jam satu malam baru selesai. Sistemnya sama, santri didikte.
Ketepatan waktu pesantren patut kuacungi jempol. Semua aktifitas berjalan tepat pada waktunya. Ada yang unik dalam pesantren. Semua jam dinding pesantren dicepatkan 30 menit dari waktu normal. Semua santri dan para ustadz sepakat dan mampu menjalankan tepat pada waktunya tanpa paksaan.

No comments:

Post a Comment