Islam bukan hanya pemuas hati, pemuas nafsu dan pemuas otak. Tapi Islam juga bisa menciptakan tatanan kehidupan yang baik secara universal. Memahami islam tidak hanya untuk memuaskan hati untuk mendapatkan ketentraman dengan zikir dan ibadah individual tapi Islam juga berperan mengentas kemiskinan dan memajukan pengetahuan. Untuk itu tidaklah cukup memahami Islam dari aspek fikihnya saja. Masih banyak cabang-cabang ilmu pengetahuan yang masih bisa digali dan diamalkan sebagai bentuk peran sosial yang diajarkan oleh islam. Untuk saat ini, itulah yang aku pikirkan.
Beberapa hari tinggal di Langitan, jiwaku belum bisa tenang berada seperti jasadku ada. Namun bayang-bayang Semarang dan asaku untuk menyelesaikan buku membuat pikiranku berkecamuk dan berpikir kemana-mana. Saat berpikir tentang Semarang, aku berspekulasi tentang teman-teman HMI yang sedang diusik oleh oknum-oknum PMII yang mau mencari gara-gara dengan mencuri banner penyambutan mahasiswa baru. Setelah diajak audiensi mereka mengelak, tak mengaku sebagai pencuri. Pencuri mana ada yang mengaku. Tak cukup disitu, dua kali oknum-oknum PMII mendatangi Korkom dengan massa yang banyak. Katanya sampai ratusan. Mereka mendatangi dua kali. Barangkali mengajak bentrok.
Rencana-rencanaku membuat buku juga menjadi prioritas berpikirku. Aku optimis nanti bisa membuat buku. Aku sudah dapat 12 cerpen. Masih kurang delapan cerpen lagi. Sebelum hari raya, akan kuselesaikan semua. Genap dua puluh cerpen.
Aku masih belum menemukan kepuasan dengan sistem pembelajaran di Langitan, namun tadi malam aku sempat berdiskusi dengan beberapa temanku tentang Islam, fikh, tauhid dan filsafat. Ternyata mereka lebih banyak mendengar dan mengiyakan pendapat-pendapatku dari pada menanggapi atau mendebat. Aku bisa mengambil kesimpulan bahwa mereka setuju dengan gagasan-gagasanku.
Saturday, August 13, 2011
JUMAT, 12 AGUSTUS 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment