Perhatian pesantren terhadap ilmu furu (fikih) lebih besar dari pada ushul (aqidah). Kajian-kajian fikih lebih banyak dan mendalam dibandingkan aqidah. Pesantren cukup membahas kitab aqidatul awwam saja untuk memperkuat aqidah sedangkan dalam mendalami fikih, kitab-kitab besar dikaji dengan intensif mengalahkan perhatian terhadap kajian akidah.
Pesantren juga jarang mengkaji bidang tafsir. Padahal tafsir merupakan ilmu penting untuk memahami alQuran. Kitab tafsir yang dikaji kebanyakan oleh pesantren-pesantren adalah tafsir Jalalain. Padahal menurut Rasyid Ridha, penulis kitab itu, Jalaluddin As suyuty adalah hatibul lail (pengumpul kayu di malam hari) karena banyaknya riwayat yang ditulis dalam kitab itu tanpa seleksi.
Monday, August 8, 2011
KAMIS, 4 AGUSTUS 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment