Saya sepertinya harus menjadwal ulang aktifitas harian.
Kapan waktu kerja, kapan waktu nulis dan kapan waktu membaca. Kalau tidak
demikian, rasa-rasanya akan semakin ruwet kehidupanku. Seperti akhir-akhir ini.
Aku harus mulai berani menyatakan bahwa hari ini aku kerja.
Ya, bekerja untuk memenuhi kehidupan diri dana jika perlu untuk keluarga.
Konsep zuhud bukan berarti tidak bekerja. Tirakat bukan berarti berdiam diri
dan hanya membaca doa.
Dulu nabi juga bekerja, Imam Ghozali juga bekerja, Imam
Hanafi juga bekerja. Mereka para pekerja keras. Bahkan nabi pernah bilang agar
gaji seseorang harus diberikan sebelum keringat kering. Artinya gaji dalam
kerja itu perlu.
Aku anak laki-laki pertama, masih memiliki adik empat. Bapak
dan emak sudah semakin tua. Bahkan bapak tak memiliki pekerjaan tetap. Kalau
aku enak-enakan tanpa bekerja dan hanya memikirkan diri sendiri, sakit jiwa
saya ini.
Harus kerja, kerja dan kerja. Sebentar lagi usiaku dua puluh
lima. Ini harus menjadi titik balik saya untuk bekerja.
Temanku yang bernama Rohmat Hidayat meninggal saat bekerja.
Kabarnya dia sudah lama jadi sopir taksi di Bali, sama seperti bapaknya. Semoga
khusnul khotimah, berbahagia karena mati muda.
No comments:
Post a Comment