Saturday, January 28, 2012

SENIN, 23 JANUARI 2012

Baru saja kulihat foto teman-temanku saat masih di pesantren. Saat mereka mengabdi. Saat itu aku sudah keluar dari pesantren memasuki dunia perkuliahan. Aku tak tahu perubahan berpikir dan cara hidup santri yang sudah mendapat jabatan sekedar menjadi pengurus. Katanya, jika santri sudah menjadi pengurus bisa melakukan aktifitas semuanya sendiri. Mungkin benar mungkin juga salah. Aku belum merasakannya.
Sebentar lagi aku lulus di tengah isu tentang konsep pengabdian pesantren yang belum jelas. Aku masih ragu dan bimbang untuk bertanya ustadz yang sekarang menetap di pondok. Apakah nanti aku bisa lebih baik di sana atau malah lebih parah. Yang pasti nanti aku harus merubah lagi pola kehidupanku. Dari menjadi mahasiswa yang memperoleh beasiswa menjadi seorang pengabdi. Entah apa yang akan dikenakan pesantren padaku. Jadi, guru, jadi ustadz jadi pengurus biasa atau apa. Aku tak tahu. Bagaimanapun, aku harus siap dengan segala konsekwensi. Empat tahun aku hidup enak tanpa beban finansial. Empat tahun aku bebas berkeliaran semauku. Empat tahun aku bebas berpikir sesuai apa yang aku terima.
Akankah aku mendapatkan jodoh saat berada di pondok? Aku juga tak tahu. Aku sendiri masih belum bisa mencintai dan memilih wanita yang bisa mendampingiku. Tak ada kriteria wanita.
Aku juga sempat melihat foto orang-orang pacaran. Diantaranya mantanku. Aku merasa senang ditakdirkan Allah memutuskan hubungan dengan pacar-pacarku sebab mereka yang berpacaran saat ini sudah berlebihan. Tak menutup kemungkinan jika aku melakukan hal yang sama.

No comments:

Post a Comment