Bapak. Dulu bapakku pemabuk, penjudi dan pelaku KDRT. Namun ia tegas masalah mendidik anak. Berkali-kali aku dipukuli gara-gara tak sekolah, atau bolos ngaji. Berulang kali aku dimarahi karena dianggapnya tak berakhlak.
Di usianya menginjak 40 tahun, bapakku berubah. Ia menjadi muslim taat. Menyayangi istri dan anak-anaknya. Tiap hari bekerja keras untuk mencari nafkah. Semua diniatinya untuk ibadah.
Kenanganku saat kecil bersama bapak tak akan pernah terlupa. Aku tumbuh di lingkungan anak-anak desa. Keluargaku tergolong miskin tapi aku selalu riang. Kebahagiaan kudapatkan dengan bermain bersama teman-teman. Berenang di kali meski sembunyi-sembunyi. Bermain kelereng di tengah jalan, bermain layang-layang, petak umpet dan permainan-permainan anak desa lainnya.
Aku pernah dipukuli kakiku oleh bapak gara-gara bermain kelereng. Aku pernah minggat dari rumah karena kumengira ketahuan bapak berenang di sungai. Bapakku sosok yang menakutkan tapi tak jarang beliau memandikanku dengan kasih sayang.
Saturday, January 14, 2012
RABU, 11 JANUARI 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment