Saturday, January 14, 2012

RABU, 11 JANUARI 2011

Bapak. Dulu bapakku pemabuk, penjudi dan pelaku KDRT. Namun ia tegas masalah mendidik anak. Berkali-kali aku dipukuli gara-gara tak sekolah, atau bolos ngaji. Berulang kali aku dimarahi karena dianggapnya tak berakhlak.
Di usianya menginjak 40 tahun, bapakku berubah. Ia menjadi muslim taat. Menyayangi istri dan anak-anaknya. Tiap hari bekerja keras untuk mencari nafkah. Semua diniatinya untuk ibadah.
Kenanganku saat kecil bersama bapak tak akan pernah terlupa. Aku tumbuh di lingkungan anak-anak desa. Keluargaku tergolong miskin tapi aku selalu riang. Kebahagiaan kudapatkan dengan bermain bersama teman-teman. Berenang di kali meski sembunyi-sembunyi. Bermain kelereng di tengah jalan, bermain layang-layang, petak umpet dan permainan-permainan anak desa lainnya.
Aku pernah dipukuli kakiku oleh bapak gara-gara bermain kelereng. Aku pernah minggat dari rumah karena kumengira ketahuan bapak berenang di sungai. Bapakku sosok yang menakutkan tapi tak jarang beliau memandikanku dengan kasih sayang.

No comments:

Post a Comment