Tuesday, January 3, 2012

RABU, 28 DESEMBER 2011

Perhatian. Adalah suatu yang sangat penting seperti perhatian terhadap teman. Aku mempelajarinya saat aku sakit. Aku dapat mengetahui orang-orang yang memiliki jiwa perhatian. Paling tidak, dia mau menemani, apalagi sampai mau membelikan kebutuhan orang sakit terlebih memijiti. Di antara puluhan teman-teman di pondok, ternyata hanya segelintir yang mau perhatian. Kebanyakan mereka tak mau tahu dengan derita apa yang kurasakan. Betapa aku tak nyaman berbaring, tak kuat duduk, tak mampu bicara, mereka asyik dengan dunianya sendiri. Tertawa-tawa memekakan telinga. Benar-benar membuatku merasa sakit, bukan?

Ada cerita yang mungkin tak akan pernah kulupa. Saat aku dalam kondisi tubuh panas, kepala pusing dan berat, dengan susah payah mengeluarkan suara meminta tolong seorang teman beli teh hangat untuk meminimalisir keadaanku. Ketika itu dia sedang asyik membersihkan telinga. Saat tahu aku minta tolong, dia bilang,"Sebentar, Mas," Aku tunggu dia karena pagi itu hanya dia yang bangun. Setelah beberapa menit dia selesai. Tapi bukan langsung membelikanku teh,"Aku ke kamar mandi dulu, Mas. Setelah dari kamar mandi, aku beliin," kondisiku semakin parah. Aku tetap sabar menunggu. Barangkali dia hanya kencing.
Lama-lama aku pun tak kuat menahan diri. Alhamdulillah saat itu juga ada teman lain yang sudah bangun. Saat aku minta tolong, dia langsung berangkat dan datang dengan teh panas untuk kuminum dengan obat. Lega rasanya bisa sedikit mengurangi beban tubuh. Bukan hanya itu, teman kedua in juga mengolesi balsem di pundak dan dadaku. Aku sangat berterima kasih padanya.
Lalu bagaimana dengan teman yang di kamar mandi. Ternyata dia tidak kencing, mungkin mencuci. Lebih dari setengah jam dia berada di kamar mandi. Jika aku menunggu dia, mungkin tubuhku sudah panas "terbakar".

No comments:

Post a Comment