Saturday, October 15, 2011

SENIN, 10 OKTOBER 2011

Besok berangkat KKN ke Jatijajar. Semua periapan menuju posko sudah beres. Hanya persiapan untuk diriku sendiri yang belum siap. Aku masih belum bisa menerima alasan kenapa mahasiswa harus KKN.
Hari ini akhirnya aku memutuskan untuk membeli sepatu baru setelah kira-kira dua tahun lebih tak memilikinya. Aku Abukanlah tipe lelaki yang suka bersepatu dan berpakaian rapi. Bukan berarti aku tak suka kebersihan. Malah aku suka wewangian. Muslim baik harus bisa membuat orang sekitar betah. Tak suka kerapian maksudku tak senang dengan hal-hal yang sifatnya seragam.
Setelah cukup lama berpisah dengan kang Harir dalam arti kedekatan personal, akhir-akhir ini kami kembali dekat. Kami merencakan akan membuat BMT untuk pekerjaan setelah kelulusan. Dulu aku berdua dengan pernah berbisnis kecil-kecilan menjual mie dan makanan kecil di kampus selama kurang lebih setahun. Karena hanya memperoleh sedikit keuntungan, kami tak melanjutkan.
Aku haru mengakui terkadang keindahan wajah beserta cerita tentang Ifa berulang kali menggangguku. Atau lebih tepatnya menyenangkan memoriku. Kemungkinan karena aku sendiri belum pernah menjalin cinta sekeras dengannya sekalipun dua kali kumencoba untuk berpadu kasih. Hasilnya nihil. Tak butuh waktu lama, kami berpisah.
Perpisahan membuatku terus berada dalam kesendirian. Kesendirian yang tak pasti. Sangat berbeda denganku yang dulu, saat hati ini mantap mendekap pada Tuhan. Tak ada satu pun wanita yang berani kulihat apalagi kubayangkan.
Bulan malam ini purnama. Bundar dan meredupkan langit. Sayang aku tak tertarik untuk memandanginya malam ini. Tumbuhan-tumbuhan dan hewan-hewan malam mungkin senang terlelap di bawah cahaya temaram bulan.

No comments:

Post a Comment