Selama tiga hari aku tidak menulis catatan harian sebab merasa apa yang kulakukan tak ada gunanya. Di Indonesia ada banyak penulis. Angkanya tak terhitung. Hanya saja tak ada satupun yang bisa melakukan perubahan besar. Seperti Karl Marx, AlGhozali, Adam Smith dan penulis-penulis hebat lainnya.
Berjalan di atas pertanyaan-pertanyaan yang kutujukan untuk diriku sendiri rasanya cukup menantang. Tiap kali aku berkecimpung dengan dunia jurnalistik dan sastra, rasanya aku merasa tidak percaya diri dengan karya-karyaku. Entah itu cerpen, artikel atau proyekku untuk membuat novel. Kenapa aku tak berminat dan mengelak saat dihadapkan untuk menulis sebagai sarana untuk mendapat uang. Tapi aku lebih menikmati membuat catatan-catatan tak jelas arah dan manfaatnya. Malah aku merasa bangga dengan catatan-catatan itu.
Selalu saja terjadi fluktuasi semangat dalam menulis. Tak tahu apa gerangan sebabnya. Membaca pun sudah sering kulakukan. Ide juga ada banyak.
Sekarang aku ingin nanti liburan bisa menulis sebuah novel sampai selesai. Tentang kehidupanku sendiri yang kucampur dengan imajinasi dan kreasi otakku. Apakah karya itu nanti berkualitas atau tidak, itu urusan belakang. Bisakah aku?? Mampukah aku? Seringkali aku menasehati orang untuk menulis di saat aku juga butuh motivasi untuk melakukannya. Aneh. Barangkali nasehat itu masuk dalam retorikaku sendiri. Atau bujuk rayu setan yang ada dalam diriku.
Sunday, June 26, 2011
SABTU, 25 JUNI 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment