Wednesday, June 8, 2011

JUMAT, 3 JUNI 2011

Foto itu, saat aku bersama teman-teman di HMI di Maron tadi malam seolah menggambarkan suasana hatiku. Gara-gara Nana tiba-tiba mengirimkan sms tentang keinginannya untuk menikah. Sempat kubalas bahwa aku siap Na. Padahal saat itu juga aku sedang ber-sms ria dengan Fe. Entah membahas apa.
Ternyata lelaki sepertiku lebih memilih ketegasan perempuan yang ingin hidup serius daripada perasaan yang tak jelas arahnya. Itulah yang kurasa tadi malam. Tapi hanya sekejap. Pagi tadi sudah berbeda lagi. Dan sore ini juga berbeda. Puasa bulan Rojab telah melaparkanku hingga mengalihkan otakku untuk tidak memikirkan wanita. Sejauh ini kontrolku terhadap perasaan cukup bagus. Aku tak lagi cemburuan, aku tak lagi memaki diriku sendiri, aku juga tak merasa ingin melewati detik-detik tanpa orang yang kukagumi.
Kuberharap Allah menguatkanku agar kumampu berpuasa rojab selama sebulan dan setengah bulan puasa Sya'ban seperti tahun-tahun sebelumnya sejak 2005. Kecuali tahun 2010.
Dalam malam yang cukup sepi, aku terpuruk di dalam jurang bayangan yang gelap memikirkan gambar-gambar yang ada di hadapanku. Anehnya aku menikmatinya sebagai aktifitas “ekstra” yang terkadang kulakukan dengan sadar. Bahkan aku juga mengirinya dengan "Satu Jam Saja" seolah aku tak ingin memisahkan diri dari waktu yang telah terlalui.
Dalam gambar-gambar itu kulihat keceriaan, kebarsamaan keseriusan, pura-pura, kecemburuan, kesetiaan, cinta, benci dan semua perasaan yang dimiliki manusia. Hanya dengan gambar kubisa melihat dunia. Dunia manusia, dunia persahabatan, dunia kelelahan dan semuanya.
Sesekali ada wajah murung sedang dirundung masalah. Hanya saja wajah itu ditutupi kepalsuan senyum hingga terlihat sedang baik-baik saja.
Satu Jam Saja tak mungkin bisa kurangkum semua hidup ini. Satu Jam Saja tak cukup untuk menceritakan kehidupan ini. Satu Jam Saja tak cukup menggambarkan suasana hati. Apapun itu, aku tetap harus senyum agar tiada orang lain tahu betapa sebenarnya hati ini mengalami dealektika perasaan. Rasa sayang, rindu, cinta, cemburu dan semuanya membuatku berpikir, atau lebih tepatnya melamun.
Selalu untuk Selamanya, sebuah lagu mesra menggantikan Satu Jam Saja menemani malamku. Menikmati aktifitas yang tergambar.

No comments:

Post a Comment